JAKARTA – baistnews.com Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dua hari berturut-turut absen dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta.
Diketahui sebelumnya, pada Selasa (15/9/2026), Nusron absen dalam rapat yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan Aset BUMD. Nusron diwakili oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/BPN, Ossy Dermawan.
Dalam rapat itu, hadir sejumlah gubernur dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Lalu dalam rapat pada Rabu (16/9/2026) membahas penetapan dan penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI, Nusron juga absen dan kembali diwakili Ossy Dermawan.

Usai rapat, Ossy Dermawan mengaku ditugaskan mewakili Nusron dalam rapat tersebut. Menurutnya, Nusron berhalangan hadir, lantaran ada agenda lain. Namun, ia tidak menjelaskan agenda yang dimaksud.
“Tentunya terkait agenda dan jadwal Bapak Menteri, ya, mungkin sudah menyesuaikan dengan agenda dan jadwal beliau yang sudah terjadwalkan,” ujar Ossy, pada Rabu (16/9/2026)
“Artinya, beliau memiliki penugasan dan kegiatan yang sudah terjadwal,” imbuhnya.
Saat disingung terkait keberadaan Nusron saat ini, dia menyebut tidak mengetahui keberadaan Nusron apakah di Jakarta atau di daerah lain.
“Saya harus cek dengan sekretariat Menteri kalau seperti itu. Saya kan juga tidak,” bebernya.
Ia juga sempat membantah kabar yang menyebut Nusron sakit. Ia mengaku terus berkomunikasi dengan Nusron.
“Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau,” tuturnya
Sebagaimana diketahui, absenya Nusron Wahid dua hari berturut-turut dari rapat DPR RI menjadi sorotan publik.
Sebab hal itu bersamaan dengan upaya KPK malakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Empat dari delapan orang tersangka yang ditetapkan diduga merupakan orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid.
Mereka adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry. Keempatnya telah ditahan oleh KPK.
KPK juga tengah mendalami keterlibatan Nusron Wahid dalam pusarab kasus tersebut.
(L-Man)




