PATI  baistnews.com  – Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Mantingan, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mendapat sorotan setelah ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pasangan batu pada saluran irigasi diduga dikerjakan tanpa proses penggalian atau pembuatan dudukan yang memadai. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan dan kualitas konstruksi yang diterapkan di lapangan.

Selain metode pemasangan, material yang digunakan juga menjadi sorotan. Warga menduga campuran material, termasuk pasir yang digunakan dalam pekerjaan pasangan batu, tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan serta ketahanan bangunan irigasi.

Awak media juga berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Mantingan untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat dimintai nomor kontak ketua kelompok tani penerima P3-TGAI, Kepala Desa Mantingan menyampaikan bahwa ketua kelompok tersebut disebut tidak memiliki telepon atau handphone.

Keterangan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan, termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Namun demikian, belum dapat disimpulkan adanya kongkalikong atau penyimpangan hanya berdasarkan kondisi tersebut. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, dokumen kegiatan, serta klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.

Sejumlah warga setempat mengaku menyayangkan kondisi pekerjaan yang menurut mereka berpotensi memengaruhi kualitas bangunan. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, masyarakat melakukan pemantauan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat.

“Kami sengaja melakukan kontrol sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar pekerjaan mengedepankan kualitas dan asas manfaat yang jelas,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian karena proyek irigasi berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan dan pemanfaatan air bagi sektor pertanian.

“Ini jelas mengkhawatirkan kalau kualitas pekerjaan tidak sesuai. Kami berharap bangunan ini kuat, bertahan lama dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, muncul pula dugaan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Namun, dugaan korupsi maupun penyalahgunaan anggaran belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pembuktian melalui audit atau pemeriksaan oleh instansi yang berwenang.

Sorotan warga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan P3-TGAI berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pengelolaan kegiatan, penggunaan material, metode pekerjaan, hingga kualitas hasil pembangunan.

Masyarakat juga berharap adanya keterbukaan mengenai pihak pengelola kegiatan, sumber dan nilai anggaran, spesifikasi teknis, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, ketua kelompok P3-TGAI Desa Mantingan dan pihak pelaksana pekerjaan belum berhasil dimintai keterangan untuk memberikan klarifikasi terkait metode pekerjaan, penggunaan material, serta dugaan ketidaksesuaian yang menjadi sorotan.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Mantingan, kelompok penerima P3-TGAI, pelaksana kegiatan, maupun instansi terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan berdasarkan fakta.