KUDUS – baistnews.com Setelah berjuang keras dalam menghadap ujian sekolah, siswa kelas VI SD 1 Papringan merasa lega karena mereka di nyatakan lulus 100 persen. Kemudian pihak sekolah menggelar progam tahunan pelepasan atau perpisahan siswa kelas VI SD 1 Papringan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah setempat pada Sabtu siang (20/6/2026). Untuk lebih memeriahkan acara tersebut digelar berbagai penampilan dan kreativitas para siswa mulai dari penampilan Paduan Suara, Tarian, Senam Maumere hingga Gerak dan Lagu Sama Teman.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD 1 Papringan Bowo Laksono memberi apresiasi yang mendalam kepada bapak dan ibu guru atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik para siswa selama ini.
Kami juga mengucapkan, banyak terima kasih kepada bapak dan ibu wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di sekolah ini selama enam tahun ini. Jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
“Terima kasih banyak atas dedikasi, kesabaran, bimbingan yang tulus para dewan guru dalam mengajar dan membentuk karakter anak didik. Kami juga ucapkan terima kasih kepada para wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di SD 1 Papringan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa siswa kelas VI yang mengikuti acara pelepasan sebanyak 17 siswa. Mereka juga didampingi oleh wali siswa atau orang tuanya.
“Ada 10 siswa dan 7 siswi beserta wali siswa yang mengikuti kegiatan pada siang ini,” jelas Bowo.
Kami berharap kepada para siswa yang telah lulus sekolah mereka tetep menjaga almamater sekolah dan jangan sampai putus hubungan dengan bapak dan ibu guru juga sekolah.

Sementara itu, Yoshi Shakeera Raid dan Aldy Zaidan Abbad (kelas 2) para pemain “Tari Padang Bulan” mereka mengatakan, bahwa dirinya senang bisa tampil memukau para pengunjung yang hadir dalam acara pelepasan atau perpisahan kelas VI SD 1 Papringan.
“Kami senang bisa tampil dengan baik dan apik dihadapan para tamu undangan, itu merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami para pemain,” katanya.
Menurut pelatihnya Lutfi Mu’azatin (guru kelas) menjelaskan, Alhamdulilah anak didiknya yang baru duduk dikelas dua tersebut dapat tampil dengan baik sekali.
“Padahal mereka hanya berlatih hanya dalam waktu dua pekan,” jelas Lutfi Mu’azatin.

Pesan dan kesan siswa kelas VI yang disampaikan, Faqihudin Azmi Al Zuhri, bahwa dirinya senang bisa sekolah disini, bapak dan ibu gurunya baik, ramah, telaten juga terkadang galak dengan tujuan untuk mendidik agar bisa lebih disiplin.
“Dalam proses belajar mengajar bapak dan ibu guru dalam menyampaikan pelajaran bisa kami pahami. Beliau sangat sabar, telaten dan disiplin guna untuk kebaikan para siswa,” katanya.
Faqihudin Azmi mempunyai cita-cita sebagai pengusaha, jadi dirinya berusaha keras untuk mencari ilmu yang lebih tinggi guna untuk meraih asa dimasa depan.
“Guna untuk mencapai cita-cita saya harus giat belajar, rencana lanjut MTs Muhammadiyah Blimbing Rejo,” imbuhnya.
Sedangkan Defla Rizia Anindita bercita-cita sebagian Disaigner yang profesional. Guna untuk mencapai hal tersebut, saya harus mempunyai ilmu yang cukup tinggi guna untuk meraihnya.
“Saya harus giat belajar melatih membuat pola Disaigner juga mencari ilmu kejenjang yang lebih tinggi, walaupun di SD 1 Papringan ini sudah dapat mengenyam pendidikan tapi masih kurang. Rencana lanjut MTs Qudsiyyah Putri,” ujar Anindita.
Lebih lanjut Anindita dan Faqihudin Azmi mereka menjelaskan, bahwa kami mengikuti Ekstrakulikuler Komputer, Pramuka, dan Qi’ro’ah.

Sementara itu, Ahnaf Afrizal Virza Purnama (Kelas 5) mengungkapkan, perasaanya yang begitu senang dan gembira karena pada awal bulan Mei 2026 meraih juara 1 Tingkat Kabupaten Kudus dalam lomba Lari Sprint jarak 60 meter dan Tolak Peluru.
‘Alhamdulillah saya awal bulan Mei kemarin mendapat juara 1 lomba Lari Sprint jarak 60 meter dan Tolak Peluru,” ujarnya.
Menurutnya pada bulan September 2026 dirinya akan mewakili Kabupaten Kudus mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Agus Setiawan guru Olahraga menjelaskan, bahwa anak didiknya memang sudah punya bakat alami. Kemarin sebelum lomba pada awal bulan Mei, saya hanya melatih 3 kali dalam sepekan.
“Memang Virza itu sudah punya bakat alami dalam bidang olahraga lari dan tolak peluru. Saya hanya melatih 3 kali dalam 1 pekan, itupun waktunya mepet, jadi latihan kurang dari 1 bulan,” jelasnya.
(L-Man)





