KUDUS – baistnews.com Bayi perempuan yang berada didalam goodie bag diperkirakan baru lahir karena terdapat tali pusar. Bayi diperkirakan baru lahir sekitar satu jam sebelum ditemukan di depan teras rumah warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Bayi tersebut tergeletak di sofa teras rumah milik pasangan suami istri (Pasutri) Muhammad Humaidi dan Sholikhah pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekira pukul 22.20 WIB.
Video penemuan bayi perempuan tersebut viral di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut bayi ditemukan di Desa Karangampel, Kabupaten Kudus.
Muhammad Humaidi (53) warga yang menemukan bayi tersebut, mengatakan bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan di teras rumahnya yang berada di RT 04 RW 03, Desa Karangampel.
Humaidi awalnya mengira goodie bag atau tas tersebut berisi berkat pengajian. Ia kemudian memanggil istrinya untuk membuka tas tersebut.
“Saya pulang dari mengaji Selasa malam sekira pukul 22.30 WIB, sampai rumah kok ada tas tenteng kertas. Kemudian saya tanya istri, setelah dibuka istri saya isinya ternyata bayi,” kata Humaidi pada Rabu 12 Agustus 2026.
Istri Humaidi kemudian berteriak hingga sejumlah warga sekitar mendatangi teras rumahnya.
Saat pertama ditemukan, bayi tersebut masih tertidur di dalam tas. Setelah warga berdatangan, bayi itu terbangun dan menangis.
Menurutnya, kondisi bayi saat ditemukan sudah bersih. Bayi juga telah diselimuti dan mengenakan sarung tangan. Tali pusar masih menempel pada bayi tersebut.

Humaidi juga menjelaskan, bahwa saat ini bayi perempuan tersebut dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Bayinya langsung dibawa ke RSI untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin, mengatakan, bayi tersebut tiba di RSI Sunan Kudus pada Selasa (11/8) sekira pukul 23.30 WIB. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki berat badan 2,6 kilogram.
“Masih ada tali pusarnya panjang. Dimungkinkan baru lahir 30 menit sejak ditemukan di rumah warga. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada bayi,” kata Ahmad Syaifuddin pada Rabu (12/8).
Kondisi bayi secara umum sehat. Namun, bayi masih membutuhkan observasi lebih lanjut karena asupan minumnya kurang.
“Observasi masih kami lakukan karena bayi tersebut kurang minum. Dikhawatirkan terjadi pemburukan kondisi,” ujarnya.
Bayi tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di ruang IGD. Saat ini, bayi masih menjalani observasi di ruang Perinatologi Risiko Tinggi (Peristi).
“Observasi masih dilakukan supaya kondisi bayi tersebut tidak drop. Apalagi bayinya kurang minum. Bayi tersebut terus dipantau oleh dokter anak,” jelas dr. Ahmad Syaifuddin,
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kaliwungu, Iptu Junaedi mengonfirmasi adanya temuan bayi di sofa teras rumah warga.
“Saat ditemukan dibungkus selimut dimasukkan dalam tas kertas diletakkan di atas kursi depan rumah,” katanya.
Lahir Kurang dari 1 Jam Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dia memperkirakan bayi tersebut lahir kurang dari satu jam sebelum ditemukan oleh warga atau pemilik rumah.
“Lahir normal itu diperkirakan lahir belum ada satu jam dari ditemukannya bayi tersebut,” ungkapnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap orang tua yang tega meninggalkan bayi tersebut.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada petunjuk-petunjuk lain dan bisa terungkapnya kasus tersebut,” harapnya.
Lebih lanjut Iptu Junaedi menambahkan, bahwa di rumah tetangga tempat bayi ditemukan terdapat CCTV. Namun sayang kamera tidak mengarah ke jalan depan rumah Khumaedi.
“(Rekaman) CCTV juga sudah kami minta, kami buka tidak ditemukan bukti petunjuk tersebut,” imbuhnya.
(L-Man)





