KUDUS – baistnews.com Seorang pria berinisial BJ (49), warga Desa Pasuruhan Lor RT 01/RW 09, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Senin pagi 20 Juli 2026.
Hasil pemeriksaan awal polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya yang baru terbangun dari tidur. Saat itu korban sudah tergantung pada blandar di ruang tamu rumah.
“Setelah menerima laporan, kami bersama tim inafis Polres Kudus dan tenaga medis dari Puskesmas Jati langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap korban,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sekitar pukul 04.00 WIB korban sempat menjemput istrinya yang baru selesai bekerja di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pasuruhan Lor.
Setibanya di rumah, sang istri sempat keluar untuk membeli sarapan bagi korban dan anak mereka, namun korban menolak makan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban mengantar anaknya ke sekolah sebelum kembali ke rumah. Sarapan yang telah dibelikan istrinya diketahui belum sempat disantap.
Sekitar pukul 09.15 WIB, istri korban terbangun dan mendapati suaminya telah tergantung di blandar yang berada di akses antara ruang tamu dan ruang keluarga.
Ia kemudian menghubungi kakak korban dan warga sekitar. Bersama seorang saksi lainnya, korban diturunkan sebelum peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian.
Tim medis dari Puskesmas Jati yang dipimpin dr. Eka Safitri melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan menemukan bekas jeratan pada leher, lidah tergigit, serta cairan keluar dari alat kelamin korban.
Sementara itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka lain yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya akibat persoalan rumah tangga yang terjadi dalam dua hari terakhir, ditambah tekanan ekonomi yang dihadapi keluarga.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut.
Pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Dalam penanganan ini, petugas dari Polsek Jati, Inafis Polres Kudus, Koramil Jati, Puskesmas Jati, Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus, serta Pemdes Pasuruhan Lor turut terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan di lokasi.
(L-Man)





