KUDUS – baistnews.com Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus kelompok 033 yang diterjunkan di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Ahad sore, 9 Agustus 2026 menebar benih 1.500 ikan nila di Kaligelis turut Desa Jurang.

Aksi yang dikemas apik kolaborasi antaran UIN Sunan Kudus melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama dengan Pemdes Jurang dalam menebar bibit/benih ikan nila di sungai kaligelis merupakan langkah strategis yang berfokus pada pelestarian ekosistem perairan dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Kepala Desa Jurang Muhammad Noor yang diwakili ketua TP PKK Desa Jurang Faizah Makhsunah TP PKK Desa Jurang mengucapkan terima kasih kepada Tim KKN Sunan Kudus kelompok 033 Desa Jurang yang telah berkolaborasi dengan baik dengan Pemerintah Desa Jurang. Pada hari ini telah menjabat 1.500 benih ikan nila di Kaligelis Desa Jurang.

“Penebaran benih ikan nila pada pagi hari tadi sebanyak 500 di Kaligelis Dukuh Karangrejosari Waduk Karang Gayam. Kemudian pada sore ini sebanyak 1.000 benih yang di tebar di Kaligelis Dukuh Madian Desa Jurang,” ucap Faizah Makhsunah.

Faizah Makhsunah juga menjelaskan, bahwa Menebar benih ikan di perairan umum bertujuan mengembalikan populasi ikan yang menyusut, menjaga rantai makanan, serta memulihkan keanekaragaman hayati lokal.

“Ikan nila yang tumbuh besar di aliran sungai dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber protein hewani gratis atau dipanen secara bijak untuk membantu perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, koordinator Desa KKN UIN Sunan Kudus kelompok 033, Muhammad Ainal Misbah mengatakan, bahwa kegitan pada sore ini adalah tim KKN UIN Sunan Kudus bersama dengan Pemdes Jurang dalam menebar bibit/benih ikan nila di sungai kaligelis turut desa Jurang.

“Langkah ini merupakan langkah strategis yang berfokus pada pelestarian ekosistem perairan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Setelah penebaran benih kami juga akan menghimbau dan membuat larangan pada warga sekitar,” kata Misbah.

Miisbah juga menegaskan, bahwa seluruh program akan dijalankan dengan mengedepankan kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat sesuai dengan potensi serta kebutuhan Desa Jurang.

Beberapa program unggulan yang telah disiapkan antara lain pendampingan UMKM melalui pembuatan QRIS, Google Maps dan Sertifikasi Halal bagi pelaku usaha lokal.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi digital sekaligus memperluas akses pemasaran produk UMKM warga Desa Jurang,” tegas Misbah.

Kegiatan sore ini juga masuk dalam bidang lingkungan, Kelompok 033 menghadirkan program Ekoleri Ekoteologi, yaitu aksi pelestarian sungai yang mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dan keagamaan guna menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan berbagai program penunjang, seperti bimbingan belajar bagi anak-anak serta kegiatan kolaboratif bersama Pemdes Jurang.

“Seluruh program dirancang secara partisipatif agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jurang,” ujarnya.

Misbah juga menjelaskan, melalui pelaksanaan KKN selama satu bulan, mahasiswa UIN Sunan Kudus Kelompok 033 berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, nur pengembangan potensi lokal, serta mewujudkan Desa Jurang yang semakin mandiri dan berdaya.

Sementara itu, Nabila Farihatus Sa’diyah (Anggota Tim KKN kelompok 033 Desa Jurang) menambahkan, tim KKN UIN Sunan Kudus 033 terdiri atas 14 mahasiswa yang berasal dari berbagai progam studi, dengan komposisi 10 mahasiswa perempuan dan 4 mahasiswa laki-laki.

“Tim KKN UIN Sunan Kudus kelompok 033 Desa Jurang terdari dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah, Fakuktas Ushuludin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI),” imbuh Nabila.

Perlu diketahui bahwa, Keberadaan benih ikan mendorong Pemdes Jurang dan warga untuk lebih rutin merawat kebersihan air serta berkomitmen menjaga sungai dari limbah dan sampah agar ikan dapat bertahan hidup.

Disarankan menebar benih yang sudah melewati masa pendederan awal (berukuran minimal 3–5 cm atau lebih) agar tidak mudah hanyut, mati, atau habis dimangsa predator alami sungai.

(L-Man)