KUDUS – baistnews.com Warga Gembung dukuh Jetak RT 02, 03, dan 04 RW 05 Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus Malam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu, 16 Agustus 2026 malam. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, meriah dan penuh kekeluargaan.
Tampak ratusan warga RW 05 dan sekitarnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi momentum bagi warga untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW. Nilai-nilai akhlak, persaudaraan, kepedulian dan semangat kebersamaan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara peringatan Kemerdekaan tidak hanya dikemas sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat persatuan, kerukunan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.
Sambutan perwakilan warga sekaligus pengurus Musola Nurul Falah Kudlori menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RT 02,03, dan 04 RW 05 yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis. Semangat gotong royong yang terlihat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan juga perlu terus dipertahankan.
“Kami mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga RW 05 dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus malam Tasyakuran HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga semangat gotong royong dan kerukunan ini terus terjaga,” ujarnya.

Khudlori juga memberi Apresiasi kepada Jama’ah Musola yang paling rajin sholat berjama’ah. Kepada ananda Muhammad Zakwan Hilman Na’im Bin Hermanto untuk naik keatas panggung.
“Ini ada apresiasi kepada Jama’ah yang rajin sholat berjama’ah di musola. Anak ini rajin sekali untuk menuaikan ibadah sholat berjama’ah. Ia sering datang lebih dulu sebelum waktu sholat,” kata Khudlori.
Sementara itu, KH Ali Ihsan dalam mauidhoh Hasanah menyampaikan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi inspirasi bagi warga untuk meningkatkan akhlak serta kepedulian terhadap sesama.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tingkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ali Ihsan.
Lebih lanjut Ali Ihsan menambahkan, bahwa peringatan Kemerdekaan tidak hanya dikemas sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat persatuan, kerukunan dan gotong royong di lingkungan masyarakat.
“Kemerdekaan ini kita isi dengan kegiatan yang positif seperti malam ini, dengan menyelenggrakan pengajian,” imbuhnya.

Anggota DPRD Kudus Fraksi PKB ini juga menjelaskan, bahwa malam tirakatan kita gunakan sebagai momentum untuk meneguhkan hati bahwa, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tinggal Ika adalah harga mati. Hubbul Wathon Minal Iman “Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman”.
“Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dengan semangat mengisi kegiatan yang positif dan yang kedua kita tumbuh kembangkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa cinta Tanah Air,” jelasnya.
Ali juga menerangkan, bahwa sekelompok orang yang mau merusak NKRI itu sudah ada sejak zaman terdahulu sudah ada dan selalu digagalkan oleh TNI.
Pada tanggal 7 Agustus 1949 NKRI mau dirubah dengan Negara Islam Indonesia (NII) dengan tokohnya di Jawa Barat Sekarmadji Mardjan (SM) Kartosoewijo, di Jawa Tengah tokohnya Amir Fatah dan Kyai Supodirijo, di Aceh tokohnya Daud Beureueh, di Sulawesi Selatan tokohnya Abdul Kahar Muzakkar, dan Kalimantan Selatan tokihnya Ibnu Hadjar.
Sebelumnya pada tahun 1948 di Madiun ada PKI, kemudian pada tahun 1965 ada Gerakan September 1965 yang dikenal dengan istilah G.30.S/PKI. Dengan tokoh yang tekenal sepeti Dipo Nusantara (DN) Aidit, Muso, Nyoto dan lain sebagainya juga bisa tumpas oleh para TNI.
“Mari kita bersama-sama pekikkan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati,” terangnya.
Ali berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi juga harus diisi dengan persatuan, kepedulian dan kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Kelurahan Kraksaan Wetan yang semakin maju dan harmonis,” pungkasnya.

Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Malam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembagian Doorprize bagi warga. Puluhan hadiah yang apik dan menarik disiapkan oleh panitia pelaksana dengan hadiah utama berupa TV Led dan Mesin cuci.
(L-Man)





