PATI – baistnews.com – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati, harapan tak hanya tumbuh lewat pembinaan, tetapi juga melalui karya. Setiap adonan roti yang mengembang, hasil panen yang dipetik, hingga produk yang dihasilkan warga binaan menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari kemauan untuk bekerja dan belajar.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat tersebut, Lapas Kelas IIB Pati menyerahkan premi periode Agustus kepada warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan kemandirian, Senin (8/9/2026).
Premi itu bukan sekadar imbalan finansial. Lebih dari itu, ia menjadi pengakuan bahwa setiap usaha, kedisiplinan, dan produktivitas memiliki nilai yang layak diapresiasi.
Beragam bidang keterampilan dikembangkan di dalam lapas, mulai dari pengolahan makanan dan pembuatan roti, pertanian, peternakan, hingga berbagai kegiatan produktif lainnya. Melalui proses tersebut, warga binaan tidak hanya mengisi masa pidana, tetapi juga membangun bekal untuk kehidupan setelah bebas.
Kasubsi Giatja Lapas Kelas IIB Pati, Budi Cahyono, mengatakan pemberian premi merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras warga binaan yang terus berusaha berkarya.
“Pemberian premi ini menjadi salah satu bentuk apresiasi Lapas Kelas IIB Pati terhadap semangat warga binaan yang terus berusaha untuk berkarya dan meningkatkan produktivitas. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi agar mereka terus mengikuti pembinaan dengan penuh semangat serta memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama pembinaan bukan hanya menghasilkan produk, melainkan membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri. Setiap keterampilan yang dipelajari diharapkan menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Di Lapas Pati, pembinaan kemandirian menjadi pengingat bahwa kesempatan kedua selalu dimulai dari kemauan untuk berubah. Dan dari setiap karya yang lahir, tumbuh harapan baru bagi mereka yang tengah mempersiapkan langkah kembali ke tengah masyarakat.





