PATI baistnews.com Sebuah gambar berisi kutipan yang mencatut nama Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam gambar tersebut, Ali seolah-olah memberikan tanggapan terhadap dugaan kasus pencabulan di Talun, Kecamatan Kayen. Kutipan yang ditampilkan berbunyi, “Yaa kita maklumi saja ya, gak perlu dibesar-besarkan, biar Pati tetap kondusif.”
Namun, Ali Badrudin membantah pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Berdasarkan hasil konfirmasi media pada Kamis (10/9/2026), Ali menegaskan dirinya tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut dan tidak pernah diwawancarai wartawan mana pun terkait kasus itu.
Ali juga menyebut konten yang mencatut namanya tersebut sebagai hoaks dan fitnah.
Bantahan tersebut sekaligus mempertanyakan sumber kutipan yang dicantumkan dalam gambar. Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan wawancara, rekaman, maupun pemberitaan asli yang menunjukkan Ali pernah menyampaikan pernyataan tersebut.
Penelusuran awak media terhadap hariini.com, yang namanya tercantum pada gambar, juga tidak menemukan publikasi yang dapat menjadi sumber asli wawancara Ali Badrudin dengan kutipan tersebut.
Karena itu, pencantuman nama “hariini.com” pada gambar belum dapat dijadikan bukti bahwa konten tersebut benar-benar pernah diterbitkan oleh media tersebut.
Sementara itu, gambar tersebut diketahui beredar melalui akun Facebook Eko Tayu. Namun, siapa pembuat pertama gambar maupun pihak yang pertama kali mencantumkan kutipan tersebut masih belum terungkap.
Ali sendiri dalam keterangannya justru menyampaikan sikap berbeda. Ia menyatakan keprihatinan terhadap dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren dan meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara cepat, tegas, transparan dan tanpa pandang bulu.
Ia juga menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Perbedaan antara kutipan yang beredar dengan keterangan Ali tersebut membuat asal-usul konten menjadi persoalan yang perlu ditelusuri.
Jika Ali mengaku tidak pernah mengatakan dan tidak pernah diwawancarai, lalu dari mana kutipan tersebut berasal?
Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang pertama kali membuat gambar, kapan pertama kali dipublikasikan, serta dari mana sumber kutipan diperoleh.
Penelusuran terhadap jejak digital menjadi penting untuk memastikan apakah gambar tersebut merupakan hasil pemberitaan yang benar atau konten yang dibuat dan disebarkan tanpa dasar.
Baist news masih melakukan penelusuran terhadap sumber awal gambar dan pihak yang pertama kali memproduksi maupun menyebarkan konten tersebut.
Hingga kini, satu hal telah jelas dari hasil konfirmasi: Ali Badrudin membantah pernah mengucapkan kutipan yang beredar tersebut.





