KUDUS – baistnews.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kudus terus memperkuat barusan kader. Melalui kegiatan sarasehan dan pendidikan politik bertajuk “Penguatan Idiologi untuk Peningkatan Kualitas Kader Partai”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Selasa malam, 26 November 2025.

Anggota DPRD Kudus Fraksi Gerindra Eni Kusrini, SH., dihadapan ratusan kader partai meminta kader Partai Gerindra untuk selalu meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta menjaga integritas dan loyalitas. Karena dengan modal itu, eksistensi dan tujuan partai dapat tercapai dengan baik. Termasuk di dalamnya pendidikan politik kepada masyarakat.

“Kegiatan pada malam hari ini yang hadir ada 90 orang terdiri dari pengurus ranting Kecamatan Kaliwungu 15 dan Kecamatan Gebog ada 11 ranting. Pendidikan politik ini, sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal bagi DPC Gerindra Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Lebih lanjut wakil ketua Komisi B DPRD Kudus ini menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan sarasehan dan pendidikan politik ini untuk mencetak kader-kader partai yang handal dan berkualitas.

“Pentingnya kader memiliki ideologi, karena kalau ideologi sudah tertanam di setiap kader diharapkan tidak memikirkan lagi soal lain terlebih finansial,” jelasnya.

Dikatakannya, kader Partai Gerindra yang duduk di legislatif harus memperjuangkan empat pilar yaitu pangan, energi, gizi dan kesehatan serta pertahanan.

“Empat pilar itu harus diperjuangkan kader Gerindra yang duduk di legislatif. Karena hal itu dinilai faktor mendasar untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Eni juga menyampaikan apresiasi kepada kader dan simpatisan Partai Gerindra, karena mendapatkan suara signifikan dalam Pemilu 2024 lalu.

“Partai Gerindra berhasil mendapat peringkat ketiga perolehan suara dalam Pemilu 2024 di Kudus, dengan jumlah kursi 7 anggota legislatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua OKK Kabupaten Kudus Kuswanto mengatakan, sarasehan dan pendidikan politik menjadi langkah strategi agar kader tidak hanya loyal, tapi juga paham arah kebijakan nasional.

“Kader harus bisa menerjemahkan visi pembangunan Presiden Prabowo ke tingkat kader dan masyarkat. Menuju Indonesia Emas tidak cukup hanya dengan dukungan, tapi perlu kerja nyata,” katanya.

Bang Kumis panggilan akrab Kuswanto menambahkan, bahwa program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto menjadi pedoman pembangunan di segala bidang. Mulai dari ekonomi, konservasi, pangan, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Kader harus memahami isi dan arah kebijakan. Jangan hanya jadi penyampai slogan. Ini tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Menurutnya, pembangunan menuju Indonesia Emas memerlukan konsistensi sejak awal masa pemerintahan. Perubahan besar memerlukan langkah tegas dan pendekatan yang menyesuaikan kondisi sosial masyarakat.

“Memang tidak mudah. ​​​​Tapi arah kita harus jelas, tujuan untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Tujuan partai politik adalah untuk menyalurkan aspirasi guna untuk memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat.

“Dari partai politik melahirkan para anggota legislatif hasil Pemilu yang bertujuan untuk mensejahterakan dan meninggalkan taraf hidup masyarkat,” pungkasnya.

(L-Man)