KUDUS – baistnews.com Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus di ikuti sembilan dari Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kudus.

Tampak hadir dalam acara tersebut Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Andhang Wahyu Triyanto, Eisti’anah, Deni Nor Cahyanto, Mas’an, sejumlah DPRD Kudus, jajaran pengurus DPC, PAC, Ranting, hingga sayap partai. Acara berlangsung di Resto Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Jum’at malam, 22 Mei 2026.

Agenda lima tahunan partai berlambang moncong putih ini, dilaksanakan sebagai langkah strategis bagi penguatan organisasi partai di tingkat kecamatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Yusuf Roni mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting dari sembilan Kecamatan se-Kabupaten Kabupaten Kudus.

Forum ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal partai sekaligus upaya mendorong regenerasi kepemimpinan dan penyegaran struktur organisasi di tingkat akar rumput.

“Musancab merupakan tindak lanjut instruksi Partai yang dilakukan serentak untuk menyusun kepengurusan baru PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi sampai tingkat kelurahan/desa hingga tingkat anak ranting atau RW,” katanya.

Lebih lanjut Yusuf menambahkan, bahwa pelaksanaan Musancab didahului dengan tahapan seleksi bagi calon Ketua PAC melalui fit and proper test atau wawancara.

“Proses ini dilakukan untuk memastikan kader yang terpilih memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian,” imbuhnya.

Musancab ini bukan hanya sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik di tingkat kecamatan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, loyalitas, dan komitmen untuk bekerja bagi masyarakat serta membesarkan partai. Kepengurusan PAC selama 5 tahun terhitung mulai 2026-2030,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan untuk langkah terdekat yang dilakukan DPC PDIP Kudus pada tahun ini adalah konsolidasi internal partai. Membentuk kepengurusan PAC hingga tingkat ranting dan anak ranting (RW).

Selanjutnya pada tahun 2027 kita melakukan pemanasan, dan tahun 2028 mempersiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi calon legislatif yang akan memenangkan kontestasi Pemilu tahun 2029.

“Betapa pentingnya kekompakan, soliditas antar kader Partai, dari tingkat DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting, sebagai kunci dalam melaksanakan kerja-kerja politik untuk kepentingan rakyat sekaligus juga menghadapi kontestasi Pemilu mendatang. Kepatuhan dalam satu komando dan konsolidasi yang kuat dari tingkat DPC hingga Anak Ranting menjadi modal dasar untuk meraih kemenangan,” jelasnya.

Yusuf juga menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z untuk terlibat aktif di kancah politik guna merespons perubahan demografi pemilih yang didominasi kalangan muda.

“Kepengurusan PAC saat ini tidak sedikit yang menjabat baru berumur 24 tahun hingga 30 tahun. Hal ini merupakan langkah positif bagi PDI Perjuangan di Kudus. Mereka tidak hanya menjadi anak muda sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penerus perjuangan Partai,” tegas Yusuf.

Sementara itu, anggota DPRD Kudus dan sekaligus wakil ketua Pranoto menerangkan, bahwa hasil Musancab diharapkan mampu melahirkan program kerja yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Program yang dirumuskan harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” terangnya.

Musancab ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jajaran pengurus PAC yang baru untuk segera bekerja dan menjalankan program yang telah disepakati. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa mekanisme demokrasi internal partai berjalan secara sistematis dan terarah.

Dengan terselenggaranya Musancab, PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Mengenai keterwakilan minimal 30 persen unsur perempuan. Dirinya menilai setiap kepengurusan hasil Musancab di tingkat PAC memang diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan kepengurusan PAC juga ada generasi muda atau gen Z.

“Semua kita diwajibkan. Salah satunya dari mereka keterwakilan dari unsur Perempuan dan generasi muda,” ujar Pranoto.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi pondasi awal bagi regenerasi kepemimpinan Partai ditingkat akar rumput. PAC dan Ranting sebagai ujung tombak pergerakan Partai dituntut mampu membaca situasi sosial, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merespon tantangan masa depan dengan cermat.

“Kehadiran generasi muda sangat krusial untuk membawa perspektif baru, terutama dalam menghadapi perkembangan tekhnologi dan perubahan gaya hidup masyarakat,” tutup Pranoto.

(L-Man)