PATI – baistnews.com – Kemarau tak hanya menghadirkan panas yang menyengat. Bagi sebagian warga Desa Pantirejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, kemarau juga berarti semakin sulitnya mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketika sumber air mulai terbatas, kedatangan sebuah tangki air menjadi pemandangan yang dinanti. Selasa (8/9/2026), harapan itu datang bersama gerakan Forum Wartawan Pati (FWP) Peduli Kemanusiaan.
Sebanyak 13.000 liter air bersih disalurkan FWP untuk warga di Dukuh Plosomalang RT 02/RW 01 dan Dukuh Karangasem RT 01/RW 02, Desa Pantirejo.
Air yang ditampung di Toren penampungan yang sengaja dipakai tampungan air tahunan setiap kemarau diserbu warga. Air yang mengalir dari tangki segera ditampung untuk kebutuhan keluarga. Warga kemudian berdatangan membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampungan.
Dalam situasi normal, air mungkin hanyalah bagian dari rutinitas kehidupan. Tetapi ketika kemarau membuat sumber air menyusut, air berubah menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Setiap jeriken yang terisi berarti satu kebutuhan keluarga yang sedikit lebih ringan.
Setiap liter yang mengalir menjadi pengingat bahwa di tengah sulitnya musim kemarau, masih ada kepedulian yang datang dari sesama.
Di Balik Angka, Ada Ribuan Warga yang Bertahan. Kekeringan di Pantirejo bukan persoalan yang berdiri sendiri. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati periode 23 Juli hingga 3 September 2026, sebanyak 24 desa di sembilan kecamatan tercatat terdampak kekeringan. Sebanyak 2.831 kepala keluarga atau 9.323 jiwa masuk dalam masyarakat yang terdampak.
Angka tersebut menunjukkan betapa seriusnya persoalan ketersediaan air bersih selama kemarau. Di balik angka 9.323 jiwa, terdapat keluarga-keluarga yang harus menghemat persediaan air dan mencari alternatif ketika sumber air mulai tidak mencukupi.
Karena itu, bantuan yang datang ke desa-desa terdampak memiliki arti tersendiri bagi masyarakat.
Kepala Desa Pantirejo, Marhendryex Sam Wijaya, yang akrab disapa Hendrix, menyampaikan apresiasi kepada FWP yang telah memberikan perhatian kepada masyarakatnya.
“Terima kasih atas kepedulian teman-teman wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pati. Bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Hendrix.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya kebutuhan konsumsi sehari-hari di tengah kondisi kemarau.
FWP Memilih Hadir, Bukan Sekadar Memberitakan. Bagi FWP, kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial insan pers.
Selama ini, wartawan hadir untuk mencari fakta, menyuarakan persoalan masyarakat, dan menyampaikan informasi kepada publik. Namun ketika persoalan itu menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih, FWP memilih untuk tidak hanya memberitakannya.
FWP ikut hadir di lapangan. Ketua Forum Wartawan Pati, Ari Saptono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sederhana untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
“Ini bantuan sebagai bentuk kepedulian FWP. Kami tidak berharap lebih, hanya ingin sekadar meringankan beban warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Ari.
Menurutnya, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap dan di Pantirejo merupakan tahap ke tiga, dengan melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah besok kami lanjutkan lagi pada tahap berikutnya. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” imbuhnya.
Gerakan FWP tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial untuk membantu warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.
Sebelumnya, bantuan air bersih juga telah disalurkan FWP ke beberapa desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Bagi warga Pantirejo, 13.000 liter air bersih mungkin hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk sementara waktu. Namun nilai sebuah bantuan tidak selalu dihitung dari berapa lama ia bertahan.
Kadang, yang paling berarti adalah ketika seseorang datang saat kita sedang membutuhkan. Hari itu, air mengalir dari tangki ke jeriken-jeriken warga.
Dan bersama aliran air tersebut, mengalir pula sebuah pesan sederhana dari FWP:
Di tengah kemarau yang mengeringkan sumber air, kepedulian tidak boleh ikut mengering.





