PATI baistnews.com – Musim kemarau mulai menunjukkan tanda-tandanya di Kabupaten Pati. Curah hujan yang semakin berkurang dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengimbau masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air bersih, menjaga lingkungan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengatakan masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas.
“Beberapa hari terakhir hujan sudah mulai tidak turun. Masyarakat harus bijaksana dalam memanfaatkan sumber-sumber air yang ada, terutama cadangan air di embung-embung desa,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (7/7/2026).
Menurut Martinus, pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting. Pada musim kemarau 2025, sebanyak 96 desa di berbagai kecamatan di Kabupaten Pati mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Untuk mengantisipasi kondisi serupa, BPBD terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara hemat serta menjaga cadangan air yang tersedia.
Tak hanya itu, BPBD juga mengingatkan para petani agar mulai menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Tanaman palawija dinilai lebih sesuai ditanam saat musim kemarau karena membutuhkan pasokan air yang lebih sedikit dibandingkan padi.
“Kami mengimbau petani mulai bersiap beralih ke tanaman palawija yang membutuhkan air lebih sedikit sehingga risiko gagal panen saat kemarau dapat diminimalkan,” jelas Martinus.
Selain ancaman kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kelalaian.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, rumput kering, maupun sisa tanaman tanpa pengawasan. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran, terutama di lahan yang kering.
“Jangan membakar sampah atau sisa tanaman kemudian ditinggalkan. Api dapat dengan mudah merambat ke lahan kering dan memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.
Di samping itu, masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran.
BPBD berharap melalui kesadaran dan kewaspadaan bersama, dampak musim kemarau di Kabupaten Pati dapat diminimalkan. Langkah sederhana seperti menghemat air, menjaga lingkungan, dan menghindari aktivitas berisiko dinilai menjadi kunci agar masyarakat tetap aman dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar selama musim kemarau.





