KUDUS – baistnews.com Penyebaran agama Islam menuai sukses besar berkat peran dan dakwah yang dilakukan Walisongo di tanah Jawa. Namun perlu dipahami, Walisongo tentunya tidak mesti harus terjun sendiri untuk melakukan dakwahnya.
Ada para ulama dan tokoh-tokoh lain yang ikut mengambil peran dalam dakwah tersebut, sepeti halnya dakwah Islam yang berada di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus oleh “Mbah Jogo” atau Syekh Sultan Kamaluddin.
KH. Ali Ihsan dalam sambutan Haul Syekh Sultan Kamaluddin mengatakan, bahwa Cikal Bakal dan dakwah Islam di Dukuh Jetak Kedungdowo tak lepas dari peran waliyullah Syekh Sultan Kamaluddin yang dahulu dikenal oleh warga Jetak Kedungdowo dan sekitarnya “Mbah Jogo”.
“Dikenal sebutan “Mbah Jogo” karena masyarkat mengenal beliau adalah orang alim/ulama yang mengajarkan Islam. Jadi Mbah Jogo itu orang yang menjaga akan keislaman warga Dukuh Jetak dan sekitarnya,” kata Ali Ihsan pada Minggu siang, 28 Juni 2026.

KH Ali Ihsan juga menceritakan sejarah singkat diketemukannya Makam “Mbah Jogo” atau Syekh Sultan Kamaluddin yang terletak di Dukuh Jetak RT 07 RW 04.
Awal mula diketemukan makam Mbah Jogo dahulu terletak di pekarangan rumah milik Mbah Ngasiman suaminya Mbah Ngadirah.
“Ada juga yang menceritakan posisi makam Mbah Jogo terletak di Pawon (dapur tempat memasak),” imbuhnya.
Lebih lanjut Anggota DPRD Kudus F-PKB ini menambahkan, bahwa di musim penghujan Mbah Ngasiman tidak sengaja mencangkul lokasi makam tersebut dan menemukan jasad yang masih utuh.
Ada juga yang menceritakan konon katanya Mbah Ngasiman buang air kecil dilokasi makam yang membuatnya sakit dan tak kunjung sembuh, akhirnya bertemu dengan orang yang sakti dikasih tahu bahwa ditempat tesebut ada sebuah makam orang yang ‘Alim ahli agama.
“Ditempat tersebut ada makam wali ojo sembrono ono seng jogo (jangan berbuat sesuatu yang tidak baik dilokasi tersebut karena ada yang jaga), cepat segera perbaiki lokasi makam tersebut Insya Allah Penyakitmu sembuh,” imbuh Ali.
Kemudian para kyai dukuh Jetak bersama dengan Ulama dan para kyai Kudus mengganti kain mori baru dan mensholatkan kembali Mbah Jogo (Syekh Sultan Kamaluddfin).
Mengenai tanah makam Mbah Jogo itu ditanah wakaf mbah Mbah Maskat Putra dari Mbah Ngasiman dan Ngasimah, kemudian diperlebar oleh Kepala Desa (Kades) Noor Hamzawi.
“Untuk jalan sebelah timur itu wakaf Mbah Ngawi, kemudian untuk pelebaran tanah dan pembangunan makam Syekh Sultan Kamaluddin itu dari masyarakat yang bergotong-gotong mencari berkah dari Waliyullah,” terangnya.
Mengenai nama “Mbah Jogo” hingga menjadi nama Syekh Sultan Kamaluddin
Bagi warga Dukuh Jetak dan sekitarnya tentunya pernah mendengar nama Ndoro Umar, beliau adalah keturunan habib Ba’alawi Ba’agil. Karena Ndoro Umar juga termasuk wali ketika ikut Haul Mbah Kyai Telingsing di Desa Kedungpaso Kudus ketemu Mbah Jogo.
“Singkat cerita Mbah Ndoro Umar kaget ketemu orang yang gagah, ganteng, dan berwibawa. Ndoro Umar bertanya kamu seperti Sultan dari mana.? Kemudian Mbah Jogo menjawab namaku Kamal omahku mburi sigit (Aku Kamal rumahku belakang masjid Darussalam Jetak Kedungdowo),” ujar Ali.
Mengenai tambahan nama Addin itu dari Mbah Kyai Yusuf asal dari Grabag Magelang, sehingga menjadi Sultan Kamaluddin.
Dari kisah tersebut nama Mbah Jogo yang dahulu dikenal masyarakat dukuh Jetak kemudian beralih dengan nama Syekh Sultan Kamaludin karena berbagai cerita orang-orang terdahulu mengetahui sejarah singkat tersebut.
“Mbah Jogo (Syekh Sultan Kamaluddin) merupakan wali mastur. Makamnya berlokasi di RT 07 RW 04 Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, tepatnya di belakang Masjid Besar Darussalam. Sebagai penghormatan atas jasanya, masyarakat menyelenggarakan peringatan haul dan buka luwur setiap 17 Muharram,” pungkasnya.
Kemudian acara di lanjut Do’a bersama dipimpin juri kunci Mbah H. Kusen dan dibuka oleh Ketua P3B Kecamatan Kaliwungu Ustadz Umar Said bersama KH Ali Ihsan, KH. Zainal Faqih, Ustadz H. Sholikul Hadi dan sejumlah tamu undangan Dukuh Jetak.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara Kirab Budaya resmi dibuka” ucap Umar Said.

Sementara itu, Moh Junaidi sekretaris panitia kegiatan Haul Syekh Sultan Kamaluddin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua masyarakat dukuh Jetak yang telah guyub rukun bahu membahu demi sukses dan lancarnya kegiatan Haul Syekh Sultan Kamaluddin termasuk diantaranya kegiatan kirab budaya pada hari ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu yang telah membantu dana, tenaga, pikiran demi memeriahkan dan suksesnya acara termasuk Kirab Budaya ini. Semoga amal tersebut mendapat balasan dari Allah SWT dengan amalan yang berlipat ganda,” ucap Junaidi.
(L-Man)





