KUDUS – baistnews.com Tradisi pembagian nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Kangjeng Sunan Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar sebagai puncak rangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus pada 10 Muharram 1448 Hijriyah/ 2026 Miladiyah.
Pada tahun ini nasi Buka Luwur yang disediakan untuk masyarakat berjumlah 34.000 bungkus.
“Jumlah nasi Buka luwur yang disediakan setiap tahunnya ada perbedaan, karena disesuaikan dengan jumlah hewan ternak yang disembelih dan beras bantuan dari masyarakat luas. Sedangkan tahun ini sebanyak 34.000 bungkus lebih,” kata Juru Bicara Panitia Makam Kangjeng Sunan Kudus Denny Nur Hakim pada Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan Buka Luwur merupakan bentuk keteladanan masyarakat Kudus terhadap ajaran Kanjeng Sunan Kudus yang dikenal berjasa menyebarkan agama Islam serta mendirikan Kota Kudus.
Tradisi tersebut juga menjadi wujud kebersamaan dan gotong-royong masyarakat karena seluruh pendanaan berasal dari sedekah warga, yang tidak hanya berupa uang, juga ada yang berupa barang seperti beras, kain, serta hewan seperti kerbau dan kambing.
“Tahun ini panitia menerima sedekah hewan sebanyak 22 kerbau dan 92 kambing,” terangnya.
Hewan-hewan tersebut kemudian disembelih dan diolah menjadi dua menu khas yang diyakini sebagai makanan kesukaan Kangjeng Sunan Kudus, yakni uyah asem dan masakan jangkrik. Uyah asem merupakan olahan daging tanpa kuah, sedangkan masakan jangkrik disajikan berkuah.
“Pada tanggal 9 Muharam 1448 Hijriah, hewan sedekah tersebut diolah menjadi dua menu masakan yaitu uyah asem dan masakan jangkrik. Keduanya merupakan menu yang identik dengan tradisi Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus,” ujarnya.

Selain sibuk memasak daging hewan, panitia juga terus bekerja keras untuk menanak nasi. Total sebanyak 9,1 ton beras dimasak oleh para perewang pada buka luwur kali ini.
“Total perewang yang membantu dalam pelaksanaan masak nasi jangkrik atau brekat Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus sekitar 1.000 orang. Mereka mulai memasak sejak hari Rabu (24/6/2026) dini hari,” jelasnya.
Denny mengungkapkan lebih dari 34.000 bungkus nasi yang dibagikan kepada masyarakat berisi menu uyah asem. Pemilihan menu tersebut dilakukan agar nasi dapat bertahan lebih lama saat didistribusikan ke berbagai wilayah.
“Kalau yang dibagikan kepada masyarakat menu masakan jangkrik yang berkuah, tentu nasi akan lebih cepat basi. Karena itu yang dibagikan berupa nasi dengan lauk uyah asem,” ujarnya.
Distribusi nasi Buka Luwur telah dilakukan sejak dini hari sebelum subuh ke berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.
Ribuan warga setiap tahun menantikan pembagian nasi Buka Luwur karena diyakini membawa berkah, sekaligus menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Tradisi Buka Luwur diselenggarakan setiap 10 Muharam yang tahun ini jatuh pada hari Kamis (25/6/2026), merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Kangjeng Sunan Kudus.

Karsani, salah seorang warga asal Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus yang ikut antre mendapatkan nasi Buka Luwur mengakui antre sejak habis Shalat Subuh bersama istri dan kedua anaknya.
Setelah mendapatkan nasi Buka Luwur atau nasi uyah asem, Karsani langsung mengonsumsinya, seperti halnya warga lain juga banyak yang langsung mengonsumsinya sekaligus untuk sarapan pagi.
Ia mengakui setiap tahun ikut antre mendapatkan nasi Buka Luwur, dengan harapan mendapatkan berkah karena sebelumnya juga didoakan para kiai di kompleks Menara Kudus.
Sementara itu, Nur Sa’adah (43), warag Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus juga terlihat mengantre untuk mendapatkan nasi Buka Luwur.
“Sejak pagi bersama dengan anak saya berangkat dari rumah untuk mengantre. Setelah 1 jam lebih saya dan anak baru mendapatkan nasi Buka Luwur,” ujar Nur Sa’adah.
Lebih lanjut Nur Sa’adah menambahkan, bahwa nasi ini tidak kami makan disini, namun saya bawa pulang untuk kami makan bersama dengan keluarga dirumah.
“Dua nasi yang kami peroleh akan kami bawa pulang untuk kami makan bersama dengan keluarga yang ada dirumah, untuk mendapat berkah dari Mbah Sunan Kudus,” imbuhnya.
(L-Man)





