KUDUS – baistnews.com Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus, Jawa Tengah menyelenggarakan “Tradisi Gantingi” yang merupakan tradisi untuk menandai masuknya musim giling atau proses penggilingan tebu di pabrik setempat, pada Rabu, 29 April 2026.
Puncak Tradisi Gantingi digelar dengan prosesi ‘Temanten Tebu’ yang pada pelaksanaannya dilakukan layaknya acara pengantin. Prosesi ini pun diselenggarakan di komplek PG Rendeng dan dihadiri oleh sejumlah pejabat di Kabupaten Kudus.
Prosesi Temanten Tebu akan mengarak penganten tebu laki-laki yang bernama Raden Bagus Langgeng Laksono Widodo dan penganten tebu perempuan yang bernama Roro Sri Rahayu Semsening Manis.

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hatmoko mengatakan, bahwa Tradisi Gantingi menjadi bentuk kearifal lokal yang terus dilestarikan oleh PG Rendeng, untuk menandai masuknya musim giling tebu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kedua pasangan pengantin’ diarak oleh 23 orang dan dimeriahkan oleh kesenian barongan sebelum dimasukkan ke mesin penggiling bersama puluhan batang tebu lainnya sebagai pengiring. Setelah itu, dilakukan penjamuan kepada tamu undangan.
“Ini merupakan bagian dari kearifan lokal dan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas hasil panen yang sudah diikhtiarkan para petani tebu sebelumnya,” katanya.
“Tradisi Gantingi merupakan bentuk kearifan lokal, termasuk kami memberikan nama kepada tebu yang menjadi pengantin, harapan kami agar musim giling berjalan lancar dan produksi bisa meningkat,” katanya.
Ia juga menjelaskan, bahwa pasangan temanten. Temanten tebu laki-laki diberi nama Raden Bagus Langgeng Laksono Widodo yang mempunyai makna perilaku yang baik, abadi, dan konsisten dalam kebaikan. Sedangkan penganten tebu perempuan diberi nama Roro Sri Rahayu Semsening Manis yang mengandung makna kemuliaan dan kesejahteraan hidup.
Sementara itu, Administratur KPH Purwodadi Utomo Tri Kurniawan menyampaikan, bahwa pihaknya mengaji salah satu mitra pemasok tebu PG Rendeng. Ia menyebutkan, luas lahan kerjasama diwilayah KPH Purwodadi mencapai kurang lebih 120 hektare.
“Dari luas tersebut, potensi panen tebunya bisa mencapai 1.000 ton lebih dalam satu kali panen,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pabrik gula dan berbagai pihak, diharapkan musim giling tahun ini dapat berjalan optimal dan dapat memberikan kontribusi positif bagi produksi gula nasional.
(L-Man)





