KUDUS – baistnews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus secara resmi telah membuka tradisi tahunan Dandangan 2026 dikawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada Senin sore, 9 Februari 2026.

Tradisi tahunan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyyah ini Pemkab Kudus optimistis transaksi tembus Rp 17 miliar, dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 16,5 miliar.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton bersama Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko dan sejumlah tamu undangan menggunting pita untuk pembukaan Dandangan 2026 di Alun-alun Kudus.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, bahwa Pemkab Kudus, optimistis target transaksi selama perayaan Pasar Dandangan 2026 dapat mencapai Rp 17 miliar, karena adanya penataan gerai yang lebih baik, penurunan harga sewa lapak, serta tingginya antusiasme masyarakat sejak uji coba pasar malam digelar.

“Dua malam kami gelar uji coba pasar malam. Hasilnya, banyak pengunjung yang berdatangan ke Pasar Dandangan, sehingga kami tidak hanya optimistis bisa mencapai target, tetapi juga bisa melampaui Rp 17 miliar,” katanya.

Menurutnya, Pasar Dandangan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperluas ruang usaha bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM di Kudus. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari ini diikuti ratusan pedagang yang seluruhnya telah terdaftar secara resmi.

“Jumlah total kami menyediakan 527 gerai utama dan sekitar 450 pedagang PKL yang tersedia di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Semuanya mendaftar dan tertata dengan baik,” ujarnya.

Eko juga menjelaskan, bahwa pada penyelenggaraan Dandangan tahun 2025, perputaran uang tercatat mencapai Rp 16,5 miliar. Dengan melihat animo masyarakat yang meningkat tahun ini, pihaknya optimistis perputaran uang tidak hanya berasal dari transaksi pedagang, tetapi juga sektor pendukung lain seperti parkir dan jasa penunjang lainnya.

“Dipastikan perputaran uang bisa lebih dari Rp 17 miliar, tahun lalu Rp 16,5 miliar. Selain melestarikan tradisi, Dandangan juga nyata menggerakkan perekonomian masyarakat di Kudus,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton yang membuka acara mengatakan, bahwa Tradisi Dandangan merupakan warisan budaya yang sangat berharga sebagai simbol menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dan telah berlangsung turun-temurun.

“Dandangan merupakan cerminan nyata filosofi Gusjigang, yaitu bagus akhlaknya, pintar ngaji, dan pandai berdagang,” katanya.

Lebih lanjut Bellinda menambahkan, Tradisi Dandhangan bukan sekadar pasar rakyat, namun memperkuat nilai dimensi religius, filosofis dan budaya lokal yang sarat akan makna. Tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun sejak masa Kangjeng Sunan Kudus sekitar tahun 1549 Masehi.

Oleh karena itu, Bellinda mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi Dandangan, sekaligus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan perekonomian lokal.

“Kami berharap kehadiran tradisi ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM, PKL, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus,” terangnya.

Bellinda juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan Dandangan 2026 berlangsung mulai Senin 9 hingga Rabu 18 Februari 2026, dengan menghadirkan 527 gerai utama dan lebih dari 450 lapak PKL yang turut meramaikan suasana. Sedangkan proses penataan dan penempatan lapak dilakukan secara terbuka dan transparan agar semua pelaku usaha mendapatkan kesempatan yang sama.

“Pemkab Kudus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus pelestarian budaya, sejalan dengan visi Kudus Sehat, Sejahtera, Harmoni, dan Taqwa,” ujarnya.

Selain itu, Belinda juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung, termasuk dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

  • (Elm@n)