PATI – baistnews.com Tradisi sedekah laut di pesisir Juwana tahun ini tak sekadar menjadi ritual budaya, tetapi juga momentum kuat yang memperlihatkan sinergi antara pelestarian tradisi dan dukungan terhadap sektor ekonomi nelayan. Dua anggota Komisi B , Sudi Rustanto dan Mukit, turut ambil bagian langsung dalam prosesi larung sesaji. Minggu (29/3/2026).
Keterlibatan legislator dalam ritual sakral tersebut menjadi sorotan, sekaligus penegasan bahwa tradisi leluhur masih memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Sudi Rustanto, politisi Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Tanto, menyampaikan bahwa sedekah laut merupakan wujud rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus simbol penghormatan terhadap warisan budaya yang telah dijaga turun-temurun.
“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari identitas masyarakat pesisir yang harus kita rawat bersama. DPRD Kabupaten Pati mendukung penuh kegiatan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran DPRD dan pemerintah daerah juga mencerminkan komitmen dalam memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi utama Kabupaten Pati.
Rangkaian kegiatan sedekah laut di Juwana telah berlangsung sejak Jumat dan akan berlanjut hingga Selasa mendatang. Beragam agenda turut memeriahkan tradisi tahunan ini, mulai dari pertunjukan ketoprak, kesenian rakyat, hingga hiburan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan prosesi larung sesaji berupa hasil bumi dan kepala kerbau ke laut. Ritual ini mengandung makna mendalam tentang harmonisasi hubungan manusia dengan alam, sekaligus doa agar para nelayan diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan hasil laut.
Di tengah derasnya modernisasi, sedekah laut Juwana kembali menegaskan bahwa kearifan lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting bagi masa depan masyarakat pesisir. Adv 06





