PATI, baistnews.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Rumah Sakit Polri di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, masih menuai dinamika di tengah masyarakat. Meski proses dinilai telah berjalan melalui tahapan sosialisasi dan pembahasan di berbagai tingkat, sebagian warga disebut masih menyampaikan keberatan terkait penggunaan lahan proyek tersebut. Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tambahmulyo, Eka Kurnia Sejati, menegaskan bahwa pemerintah desa tetap membuka ruang dialog dan menghargai seluruh aspirasi masyarakat. “Kami sangat menghargai aspirasi warga. Sejak awal proses sudah dilakukan secara terbuka melalui sosialisasi maupun audiensi publik,” ujar Eka. Menurutnya, seluruh tahapan terkait rencana pembangunan rumah sakit telah dibahas secara transparan, baik di tingkat desa maupun saat audiensi bersama DPRD Kabupaten Pati. Eka juga mempersilakan masyarakat melakukan pengecekan langsung terkait legalitas lahan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan status tanah yang dipersoalkan. Ia menegaskan bahwa lahan yang menjadi lokasi pembangunan merupakan tanah GG atau tanah yang tidak tercatat sebagai aset milik pribadi. “Lapangan tersebut merupakan tanah GG atau tanah tak bertuan. Jadi tidak benar jika disebut pemerintah desa mengalihkan aset desa menjadi milik Polri,” jelasnya. Menurut Eka, tujuan utama pembangunan Rumah Sakit Polri adalah menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat wilayah Pati Timur, meliputi Kecamatan Jakenan, Jaken, Winong, hingga Pucakwangi. Selain itu, ia menyebut DPRD Kabupaten Pati juga telah melakukan inspeksi langsung ke lokasi guna memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan penjelasan yang disampaikan pemerintah desa. Di tengah adanya penolakan dari sebagian warga, Eka mengaku banyak masyarakat lain yang justru mendukung pembangunan rumah sakit tersebut karena dinilai akan membawa manfaat besar bagi warga sekitar. “Selain mempermudah akses layanan kesehatan, pembangunan rumah sakit juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peluang usaha di sekitar lokasi,” paparnya. Ia berharap seluruh dinamika yang berkembang dapat diselesaikan secara musyawarah dan mengedepankan kepentingan bersama. “Kami berharap semua pihak bisa menyikapi persoalan ini dengan bijak agar pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. Hingga kini, proses pembangunan dan pembahasan terkait proyek tersebut masih terus menjadi perhatian masyarakat maupun pihak terkait di Kabupaten Pati. (Kiswanto & tim)