PATI baistnews.com – Polemik rencana investasi dan pembangunan industri di Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, terus menjadi perhatian masyarakat. Kali ini Ketua Karang Taruna Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Heri S, angkat bicara dalam jumpa pers terkait proses komunikasi dan sosialisasi yang sebelumnya menjadi sorotan warga.
Heri menegaskan bahwa Karang Taruna pada prinsipnya tidak menolak investasi masuk ke Desa Penambuhan. Namun sejalan dengan sikap Pemerintah Desa Penambuhan, pihaknya meminta agar setiap rencana pembangunan terlebih dahulu dibahas melalui rembuk desa sebelum dilakukan pertemuan atau sosialisasi dengan pihak luar maupun investor.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar arah pembahasan dan aspirasi masyarakat dapat jelas sebelum masuk pada tahap sosialisasi resmi.
“Sebelum ada surat permintaan sosialisasi dari PT, kami dari Karang Taruna sudah menyurati pemerintah desa secara resmi. Kami meminta agar segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan di Desa Penambuhan dirapatkan atau dirembug desa dulu sebelum memutuskan sesuatu,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, rembug desa dinilai penting agar seluruh elemen masyarakat mulai dari Karang Taruna, RT, RW, BPD, hingga tokoh masyarakat dapat menyampaikan aspirasi serta bersama-sama mencari solusi apabila di kemudian hari muncul persoalan.
Heri juga menilai pemerintah desa sebenarnya telah berupaya menampung aspirasi masyarakat. Bahkan menurutnya, pihak desa sempat berencana menggelar rembuk desa sebelum bertemu dengan pihak investor.
Namun rencana tersebut belum terlaksana karena lebih dahulu digelar pertemuan di Aula Kantor Kecamatan Margorejo.
“Rembuk desa sebenarnya mau diadakan di balai desa, tapi sudah keduluan pertemuan di aula kecamatan,” jelasnya.
Meski demikian, Heri menegaskan dirinya tidak sedang membela pihak tertentu, baik pemerintah desa maupun investor. Ia hanya berharap seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat desa.
Menurutnya, Karang Taruna juga memiliki sejumlah poin usulan agar keberadaan investasi nantinya benar-benar memberikan dampak kemakmuran bagi warga Desa Penambuhan.
Ia berharap komunikasi antara investor, pemerintah desa, dan masyarakat dapat berjalan lebih baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga.
Hingga saat ini, Karang Taruna Desa Penambuhan berencana kembali melakukan koordinasi dengan pemerintah desa guna mendorong terlaksananya rembuk desa sebagai ruang musyawarah bersama seluruh unsur masyarakat.





