KUDUS – baistnews.com Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Abdi Bangsa menyoroti lambannya pengerjaan proyek Jalan Boulevard atau Rekonstruksi Jalan Kencing – Tanjung Karang Kabupaten Kudus. Proyek senilai Rp. 6.858.137.830.000 yang di danai dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025.

Ketua LSM Abdi Bangsa Tawar, menilai pelaksana proyek kurang profesional. Menurutnya, hingga batas akhir kontrak, progres pekerjaan baru mencapai 55-60 persen. Hal ini dianggap menunjukkan pelaksanaan tanpa progres yang jelas.

“Dilihat dari papan proyek tertulis Penyedia Jasa : CV Nasya Karya Perdana.
Konsultan Pengawas : CV Erina Wijaya
Nilai Kontrak : Rp. 6.858.137.830.00 (Enam Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Delapan Juta Seratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Rupiah.
Nomor Kontrak : 602/Kontrak/PPK/01.0032-27-P/BM/2025
Tanggal Kontrak : 23 Oktober 2025
Lokasi Pekerjaan : Jalan Kencing – Tanjung Karang Kab. Kudus
Sumber Dana : APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025
Waktu Pelaksanaan : 60 Hari Kalender
(23 Oktober 2025 S/d 21:Desember 2025).
Padahal pada hari ini sudah tanggal 20 Desember 2025 prosentasenya saja baru sekitar 55-60 persen. Jelas ini tidak profesional,” ujar Tawar pada Sabtu pagi, 20 Desember 2025.

Lebih lanjut Tawar menambahkan, bahwa proyek itu seharusnya selesai tepat waktu besuk Minggu (21/12/2025) sudah selesai sesuai yang tertera banner waktu pelaksaan 60 hari kalender (23 Oktober 2025 Sampai Dengan 21 Desember 2025).

“Sudah 1 pekan lebih proyek libur, tanpa ada pekerja yang ada dilokasi proyek. Sementara warga sekitar proyek jalan tersebut, yang punya usaha banyak yang mengeluh karena proyek tersebut tidak kunjung selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelaksana tidak memperkirakan waktu. Meski belum menilai kualitas bangunan dan material, keterlambatan pengerjaan dapat mempengaruhi kualitas akibat pengerjaan tergesa-gesa.

“Kalau sudah dikejar waktu kan nggarapnya tergesa-gesa dan kwalitasnya pasti kurang bagus, nah dari sini kita bisa lihat nanti,” jelasnya.

Tawar meminta Dinas PUPR untuk mengevaluasi kemampuan pihak pelaksana sebelum ikut lelang proyek di tahun berikutnya. Proyek tersebut kadang beberapa hari kerja, lalu berhenti.

“Tidak hanya akses jalan yang kesulitan bagi pengguna jalan, namun warga sekitar yang punya usaha bahan bangunan, suplayer material, warung kopi, warung makan sepi pembeli karena akses jalan yang terganggu,” pungkasnya.

Sementara itu, warga yang membuka warung makan sekitar proyek jalan Beolevard Umi Kalsum mengeluhkan akan proyek Rekonstruksi Jalan Kencing – Tanjung Karang yang sudah hampir 10 hari tidak ada pekerja, sehingga warung kami sepi pembeli.

“Sebelum ada pembangunan proyek ini banyak kendaraan yang makan di warung saya, namun karena ada proyek ini sepi pembeli, karena akses jalan tertutup jadi para pelanggan tidak bisa lewat. Yang beli paling para pekerja proyek. Kalau proyek libur makin sepi pembeli sehingga untuk bayar anak sekolah dan angsur hutang bank gak bisa,” kata Umi Kalsum.

Senada dengan Umi Kalsum Sugito yang buka warung kopi menambahkan, bahwa dirinya berjualan di sepanjang jalan tersebut mengeluh sejak ada proyek Rekontruksi Jalan ini.

“Kami berharap dari pihak yang berwenang untuk segera diselesaikan sesuai yang direncanakan, jangan sampai molor,” imbuhnya.

Sementara itu, pengusaha Suplaier Material yang berlokasi dekat proyek Badrus Syahrir mengatakan, bahwa proyek ini dibangun tentunya untuk kebaikan kita bersama, namun kami berharap untuk segera dirampungkan pengerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Karena usaha kami ini ada kendaraan yang keluar masuk gudang dan melewati proyek tersebut.

“Kemarin tidak menjadi soal karena belum ada pemasangan bagesting besi di depan usaha kami, tentu ini agak terganggu karena setiap keluar masuk barang harus koordinasi dengan pihak proyek, apalagi proyek,” kata Badrus.

Kami sebagai warga berharap kepada para pejabat dan pemangku kebijakan agar dapat berkonsultasi dengan pelaksana proyek ini, agar bisa segera diselesaikan sesuai yang direncanakan.

“Semoga pengerjaan proyek ini bisa segera rampung dan aktivitas usaha sekitar jalan ini bisa berjalan normal kembali,” harapnya.

(L-Man)