KUDUS – baistnews.com Suasana haru penuh kenangan dan kesan para siswa kelas IX SMP 5 Kudus akan kebersamaan teman, dan para bapak, ibu guru selama kurang lebih tiga tahun menempuh pendidikan dalam acara purnawiyata di Gedung Graha Mustika Jati Kudus pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.

Ditambah ada momen sungkeman kepada orang tua menambah semakin khidmat tercipta disaat seluruh siswa melakukan hal tersebut. Hal ini menjadi penanda berakhirnya masa sekolah dan sekaligus mengawali babak baru kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Sutejo mengatakan, bahwa kegiatan ini tidak lepas dari peran segenap panitia dan seluruh dewan guru, para siswa, dan wali siswa untuk mensukseskan acara pada hari ini.

“Terima kasih atas partisipasi serta bantuannya kepada semua pihak yang telah membantu kami, guna sukses dan lancarnya acara,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa kegiatan purnawiyata kelas IX SMP 5 Kudus tahun ajaran 2025/2026 ada 255 siswa yang telah lulus. Ada yang berbeda gelaran acara tahun ini, dengan tahun yang lalu.

“Gelaran purnawiyata tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena tahun ada sungkeman siswa-siswi kepada wali siswa. Pada intinya setiap kegiatan purnawiyata selalu dibuat berbeda dengan tahun yang sebelumnya,” jelasnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 5 Kudus Siti Fatimah dalam sambutanya memberikan apresiasi yang mendalam kami sampaikan, atas dedikasi dan pengabdian bapak dan ibu guru dalam mendidik siswa selama ini.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di SMP 5 Kudus. Selama 3 tahun ini, jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

“Terima kasih banyak atas dedikasi, kesabaran, dan bimbingan yang tulus para dewan guru dalam mengajar dan membetuk karakter anak didik. Kami juga Ucapkan terima kasih kepada para wali siswa telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di SMP 5 Kudus,” ucapnya.

Fatimah juga menerangkan, bahwa siswa harus bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi jenjang pendidikan lebih tinggi nantinya. Mereka harus mampu bersaing di dunia pendidikan.

“Para siswa harus tetap semangat dalam belajar, masa depan masih panjang. Dinamika pembelajaran juga bisa berubah sewaktu-waktu dan harus siap. Harus punya tekad dan semangat tinggi untuk menggapai cita-cita yang diinginkan,” terangnya.

Pihak sekolah, cukup optimis siswa kelas IX bisa seluruhnya lulus seratus persen pada pengumuman kelulusan tanggal 2 Juni mendatang.

“Kami yakin para siswa bisa lulus semua, kami melihat hasil nilai yang diraih para siswa kelas IX sudah sangat baik selama menempuh pendidikan,” ujarnya.

Kepala sekolah juga berpesan, kepada 255 siswa yang mengikuti kegiatan pagi hari ini, Setelah lulus jangan sampai melupakan almater sekolah, dan jangan sampai putus hubungan dengan dengan sekolah.

Perlu di ingat selalu oleh para siswa, jika kamu pingin sukses pertama patuhi dan hormati, kedua orang tua dan bapak ibu guru.

Yang kedua raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit, karena diantara bintang di langit yang jatuh pasti diantara kalian yang akan mendapatkan bintang tersebut.

“Setelah lulus di SMP 5 Kudus, ini tidak berarti berakhirnya masa belajar dibangku sekolah. Namun ini menjadi awal perjalanan baru untuk melangkah kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Teruslah belajar, raihlah cita-citamu agar bisa terwujud,” pungkasnya.

Sementara itu, Bagus Al-Fatah Ainur Ridho asal Desa Bae dan Tiffany Khanza Maritza asal Desa Kaliputu mereka mengatakan, senang bersekolah di SMP 5 Kudus. Selama tiga ini kami mengenyam pendidikan disini penuh dengan suka cita, penuh dengan kesan dan kenangan.

“Bapak dan ibu guru dalam mengajarkan mata pelajaran pada kami sangat berkesan sekali. Beliau sangat ramah, telaten dan mampu memberikan inovasi serta kreasi dalam menyampaikan pelajaran, sehingga anak didik tidak merasa bosan tidak hanya pembelajaran materi,” katanya.

Kami tidak menyangka sudah tiga tahun telah berlalu. Pada hari ini, kami sangat sedih kehilangan sosok beliau bapak dan ibu guru di sekolah ini. Kami juga sedih kehilangan teman sekelas juga adik kelas yang baik dan sangat berkesan bagi kami selama menempuh pendidikan di sekolah.

“Tidak terasa sudah tiga tahun berlalu, banyak kenangna indah bersama disini yang tidak bisa kami lupakan. Kepada para adik kelas VII dan VIII teruslah semangat dan rajin belajar. Semoga kalian bisa mendapat nilai yang terbaik dan berprestasi,” ujarnya.

Ditanya tentang rencana lanjutan sekolah yang lebih tinggi, mereka menjawab beda-beda tujuan sekolah lanjutan. Intinya kami akan melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

“Kalau saya (Bagus Al-Fatah Ainur Ridho) rencana ke SMASA (SMA 1) Kudus, sementara Tiffany Khanza Maritza ke SMK 1 Kudus. Do’akan kami semoga kami dapat diterima di sekolah yang kami inginkan,” harapnya.

(L-Man)