KUDUS – baistnews.com Bulan suci ramadan 1447 Hijriyah / 2026 Miladiyah tinggal 6 hari lagi. Waktu 10 hari menjelang Idul Fitri ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni; Malam Lailatul Qodar. Hal tersebut dimanfaat TK Pertiwi Kedungdowo Kudus dalam mencari berkah dan barokah.

Tampak suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Paud dan TK Pertiwi Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, ketika kegiatan berbagi takjil digelar di Jl. Noor Chamzawi atau depan TK Pertiwi pada Sabtu sore, 14 Maret 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh para guru, murid Paud dan TK Pertiwi serta masyarakat sekitar tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi momentum kebersamaan yang mempererat hubungan sosial antar warga di lingkungan Desa Kedungdowo dan sekitarnya.

Kepala sekolah TK Pertiwi Kedungdowo Hj. Siti Maslihatun, S.Pd AUD., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbagi tersebut yang menurutnya menjadi salah satu sarana mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Siti Maslihatun pada Sabtu sore (14/3/2026).

Ia juga mengucapkan, banyak terima kasih kepada para wali siswa dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan berbagi Takjil dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Terima kasih atas partisipasi dan bantuanya, semoga amal baik dibulan yang baik ini, mendapat balasan yang berlipat ganda Amin,” ucapnya.

Siti Maslihatun juga menjelaskan, bahwa dalam kegiatan ini tampak suasana kebersamaan tampak jelas ketika para panitia saling membantu dalam proses pengepakan takjil. Dengan penuh keikhlasan, mereka memastikan setiap paket tersusun rapi dan siap dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami pentingnya berbagi kepada sesama, terutama di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan,” jelasnya.

Kepala sekolah TK Pertiwi Kedungduwo juga memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dinilai mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Semoga kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” tutup Siti Maslihatun.

Sementara itu, Wahyuni, S.Pd., menambahkan, bahwa sebelum pembagian takjil dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu diberi pengarahan sekaligus memanjatkan do’a bersama yang dipanjatkan agar kegiatan berbagi tersebut membawa keberkahan serta mempererat silaturahmi di antara warga yang terlibat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena selain berbagi kepada sesama, kegiatan ini juga mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan masyarakat,” imbuhnya Wahyuni.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil di jalan depan TK Pertiwi Kedungduwo telatnya Jl. Noor Chamzawi. Para guru dan siswa dengan tertib membagikan paket takjil kepada para pengendara serta warga yang melintas, sehingga kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.

Adapun jumlah takjil yang dibagikan ada 850 paket yang bervariasi, karena paket tersebut berasal dari para siswa. Pembagian takjil dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB.

“Untuk satu siswa membawa 5 paket takjil. Hal tersebut sesuai dengan kesepakan dari para wali siswa. Pembagian takjil berlangsung hanya dalam waktu 30 menit saja,” terangnya.

Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat pengguna jalan yang menerima takjil menambah kehangatan suasana menjelang waktu berbuka puasa.

Pengguna jalan warga Desa Sidorekso Ilha Fatul Aini dan Siti Halimatus Sa’diyah warga Desa Sidorekso mengatakan, kami kebetulan lewat jalan sini karena jalan Jetak ke Utara ramai, jadi pilih jalan alternatif lewat sini ternyata ada sekolah TK yang bagi-bagi takjil.

“Alhamdulilah senang dapat takjil, semoga berkah dan manfaat,” katanya.

Kegitan seperti ini bagus sekali, perlu diselenggarakan setiap tahun. Karena dapat melatih para siswa untuk berbagi dan peduli sesama, apalagi ini bulan suci ramadan, bulan yang penuh keberkahan dan dilipat gandakan pahalanya.

“Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari kebersamaan masyarakat dan lembaga pendidikan sejak dini. Semoga amal baik tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda,” bebernya.

(L-Man)