Baistnews.com Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang melanda Venezuela telah meningkat menjadi 2.954 jiwa. Selain itu, lebih dari 16.000 orang terluka akibat gempa kembar tersebut. Minggu, 5 Juli 2026.
Venezuela kian memprihatinkan setelah dua gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6) lalu.
Pemerintah setempat melaporkan adanya lonjakan signifikan pada angka korban jiwa. Jumlah angka kematian bertambah lebih dari 300 jiwa dibandingkan hari Jumat (3/7), ribuan orang masih dinyatakan hilang.

Salah satu bencana gempa terburuk di Amerika Latin ini telah menyebabkan lebih dari 16.000 orang kehilangan tempat tinggal dan meruntuhkan 190 bangunan, sebagian besar di wilayah pesisir La Guaira, sebelah utara ibu kota Caracas.
Sepuluh hari setelah dua guncangan berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu, tim penyelamat mulai mengakhiri pencarian korban selamat. Sementara pihak keluarga berupaya mengevakuasi jenazah orang-orang terkasihnya dari reruntuhan.
Masa kritis untuk penyelamatan dalam bencana seperti gempa bumi biasanya berakhir setelah 72 jam, meskipun beberapa orang secara ajaib ditemukan masih hidup pada pekan ini.
Meski upaya pemulihan terus berjalan, kecemasan warga belum sepenuhnya sirna. Trauma psikologis akibat guncangan hebat masih membayangi masyarakat karena aktivitas seismik di bawah permukaan tanah Venezuela rupanya belum benar-benar mereda.
Otoritas seismologi mencatat setidaknya sudah terjadi 782 kali gempa susulan sejak guncangan pertama pada pekan lalu. Walaupun demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat intensitas, frekuensi, maupun magnitudo dari rentetan gempa susulan tersebut dilaporkan sudah mulai menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
(Tim Redaksi)





