KUDUS – baistnews.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Kudus menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke IV pada Minggu, 5 Juli 2026 di @Hotel Home Kudus. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa Partai Hanura semakin berkembang dan dekat dengan masyarakat.
Partai Hanura ingin memperkuat internal dan menargetkan capaian suara maksimal dari generasi milenial atau Gen Z.

Ketua DPC Partai Hanura Kudus, H. Sutriyono, SE., MM., mengatakan, musyawarah dilakukan sebagai salah satu jalan merapatkan barisan kader-kader partai. Pihaknya juga akan mengusulkan reformasi struktur kepemimpinan organisasi untuk menggaet suara yang lebih dominan lagi.
”Selain agenda lima tahunan dan amanah AD/ART, Muscab ke IV juga dilakukan dalam rangka memperkuat internal, tidak hanya mencari ketua tapi memperkuat kepengurusan hingga tingkat paling bawah,” katanya.
Lebih lanjut anggota DPRD Kudus Fraksi Hanura ini menambahkan, bahwa kedepan DPC Hanura Kudus harus melakukan sebuah gebrakan baru di ranah internal kepengurusan partai.
Menurutnya, perlu dilakukan perombakan dalam mengisi kepengurusan dan disesuaikan dengan komposisi kader yang mengemban amanah partai.
Sutriyono juga merumuskan 40 persen pengurus diupayakan diisi oleh orang-orang kawakan. Sementara 60 persen sisanya bakal dipenuhi oleh kader-kader generasi milenial dan Gen Z.
“Kombinasi ini diharapkan bisa mendongkrak suara pada Pemilu 2029 nanti. Kepengurusan banyak di isi dari anak muda yang secara otomatis akan berdampak pada perolahan suara dari generasi milenial,” imbuhnya.
Sutriyono juga menjelaskan, bahwa DPC Hanura Kudus memiliki target yang cukup ambisius. Nantinya setiap daerah pilihan (Dapil) di Kudus diharapkan mengirimkan wakil rakyat di parlemen daerah.
Pada Muscab kali ini, DPC Hanura Kudus sendiri telah mengajukan beberapa nama ke DPP untuk ditunjuk sebagai ketua DPC. Meskipun, DPP berhak menunjuk ketua baru di luar dari nama-nama yang diusulkan.
“Momentum Muscab ke IV ini, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat mesin partai. Hanura Kudus disebut akan menambah daya juangnya melalui penambahan kader yang aktif di kepengurusan tingkat cabang, anak cabang, hingga ranting,” jelasnya.
Kami melihat, saat masih ada daerah yang belum bisa berjalan secara optimal. Karena itu, ia berharap ke depan dapat bangkit dan berkontribusi dalam perolehan suara.
”Kami akan perkuat internal partai, dengan harapan Hanura dapat terus dekat dan bermanfaat bagi masyarakat Kudus,” tutup Sutriyono.

Sementara itu Bupati Kudus, Samani Intakoris mengapresiasi penyelenggaraan Muscab ke IV Partai Hanura Kudus. Ia berpesan, gelaran muscab ini digunakan sebagai wadah menampung inovasi dan ide-ide kreatif sehingga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Kudus utamanya.
”Semoga terpilih sosok pemimpin yang dicintai oleh masyarakat, membesarkan Partai Hanura dan bisa membawa Hanura semakin maju serta memberikan manfaat kepada masyarakat Kudus,” ujarnya.
Ia menilai Fraksi Hanura di DPRD Kabupaten Kudus selama ini telah berkontribusi mendukung sejumlah program prioritas pemerintah daerah.
Salah satunya adalah program peningkatan kesejahteraan guru swasta melalui pemberian tunjangan sebesar Rp1 juta per bulan kepada sekitar 9.000 guru di Kabupaten Kudus.
“Hanura telah membuktikan ikut mengawal program-program pemerintah. Salah satunya tunjangan kesejahteraan guru swasta sebesar Rp1 juta per bulan. Di kabupaten lain belum tentu ada program seperti ini,” terangnya.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan insentif bagi tenaga kependidikan, memperluas perhatian kepada ibu hamil, serta menyiapkan berbagai pelatihan bagi generasi muda sebagai bagian dari menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Sam’ani berharap kepengurusan baru DPC Hanura Kabupaten Kudus mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar semakin dekat dengan masyarakat.
“Saya berharap lambang singa Hanura semakin mengaum, tetapi mengaum untuk melindungi rakyat Kabupaten Kudus dan mengawal kepentingan masyarakat. Hanura harus terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
(L-Man)





