Baistnews.com Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar Venezuela bertambah menjadi 2.295 jiwa. Proses evakuasi korban hingga kini masih berlangsung. Aksi penyelamatan berskala besar ini melibatkan lebih dari 4.000 pekerja penyelamat dan sukarelawan.
Venezuela kian memprihatinkan setelah dua gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang negara tersebut pada 24 Juni lalu. Pemerintah setempat melaporkan adanya lonjakan signifikan pada angka korban jiwa, di mana jumlah korban tewas kini tercatat telah menyentuh angka 2.295 orang.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam konferensi pers harian mengenai perkembangan pascagempa pada Rabu, 1 Juli 2026, waktu setempat, mengatakan bahwa selain ribuan nyawa yang melayang, tercatat ada 11.267 orang mengalami luka-luka.
Hingga saat ini, otoritas setempat juga masih terus melakukan pendataan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Hingga hari ini, terdapat 2.295 korban tewas dan 11.267 korban luka. Saat ini kami mencatat ada 12.841 orang yang terdampak langsung oleh bencana ini,” kata Rodriguez pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat.

Di tengah duka yang mendalam dan hamparan puing-puing bangunan yang hancur, secercah harapan muncul dari kerja keras tim penyelamat. Rodriguez menambahkan bahwa setidaknya ada 6.461 orang yang berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan bangunan berkat respons cepat dari para petugas di lapangan.
Aksi penyelamatan berskala besar ini melibatkan lebih dari 4.000 pekerja penyelamat dan sukarelawan. Gerakan kemanusiaan ini tidak hanya digerakkan oleh elemen domestik, melainkan juga dibantu oleh sejumlah tim ahli penyelamat internasional yang datang dari berbagai negara sahabat untuk mempercepat proses evakuasi di titik-titik paling kritis.
Mobilisasi Tenaga Medis dan Pendirian Kamp Pengungsian
Menyadari dampak kerusakan infrastruktur dan perumahan yang sangat masif, Rodriguez yang juga memimpin pusat komando pendirian kamp sementara, mengeluarkan seruan darurat. Ia meminta seluruh petugas kesehatan, personel keamanan, hingga petugas pemadam kebakaran untuk segera mendaftarkan diri melalui platform digital Patria. Langkah ini diambil guna mempermudah pemetaan logistik dan penanganan masalah hunian darurat bagi para pengungsi.
Pemerintah Venezuela sejauh ini telah mengoperasikan sedikitnya 25 kamp pengungsian sementara yang tersebar di wilayah-wilayah terdampak paling parah. Proses pemindahan warga yang kehilangan tempat tinggal pun terus dikebut agar mereka segera mendapatkan fasilitas kelayakan hidup yang memadai.
“Saat ini sudah ada 25 kamp sementara yang aktif beroperasi. Distribusinya meliputi 13 kamp di La Guaira, delapan kamp di Caracas, dua kamp di Miranda, serta masing-masing satu kamp di wilayah Carabobo dan Yaracuy,” urai Rodriguez secara mendetail mengenai sebaran posko pengungsian.
Trauma Ratusan Gempa Susulan Masih Menghantui warga
Meski upaya pemulihan terus berjalan, kecemasan warga belum sepenuhnya sirna. Trauma psikologis akibat guncangan hebat masih membayangi masyarakat karena aktivitas seismik di bawah permukaan tanah Venezuela rupanya belum benar-benar mereda.
Otoritas seismologi mencatat setidaknya sudah terjadi 782 kali gempa susulan sejak guncangan pertama pada pekan lalu. Walaupun demikian, Rodriguez mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat intensitas, frekuensi, maupun magnitudo dari rentetan gempa susulan tersebut dilaporkan sudah mulai menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
(Tim Redaksi)





