KUDUS – baistnews.com Kecelakaan yang melibatkan bus rombongan outing class di salah satu SMP di Kabupaten Kudus, di Tol Cipali saat perjalanan menuju Jakarta dan Bandung.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Selasa (21/04/2026) dan langsung memicu kekhawatiran dari masyarakat luas, khususnya para orang tua siswa.

Hal tersebut juga menjadi perhatian publik, termasuk dari Lembaga Kajian Strategis Kudus (LKiSS), sebuah lembaga yang konsen terhadap kebijakan publik dan pemerhati pendidikan ini menuntut evaluasi total dan perketat regulasi atas kegiatan yang dinilai kerap berujung maut ini.

Direktur LKiSS Sururi Mujib menerangkan, bahwa dirinya menyayangkan atas kegiatan luar kelas. Adanya rombongan bus Study Tour di salah satu SMP di Kudus yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali saat perjalanan menuju Jakarta dan Bandung.

“Insiden kecelakaan yang terjadi disalah satu SMP di Kudus harus di evaluasi total dan diperketat regulasi atas kegiatan tahunan diluar lekas yang dinilai berujung maut,” kata Sururi Mujib pada Rabu siang, 29 April 2026.

Ia menilai pihak sekolah harus selektif dalam memilih Perusahaan Outobus (PO) dan biro perjalan yang dapat dipercaya.

Pihak PO harus secara rutin mengecek kondisi kelayakan armada transportasi, sopirnya juga sehat, tidak terpengaruh oleh obat terlarang.

“Biaya study tour yang sering kali memberatkan orang tua siswa harus diimbangi dengan standar keamanan yang memadai,” bebernya.

Lebih lanjut Sururi menambahkan, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kudus bisa membuat regulasi atas kegiatan luar sekolah tersebut yang bertujuan mendukung pembelajaran siswa di luar lingkungan sekolah.

“Hingga saat ini memang Kudus belum ada pembatasan dan larangan kegiatan tahunan ini,” imbuhnya.

Sururi juga menduga di Kudus ini ada pengkondisian PO bus tertentu. Pasalnya banyak kegiatan yang menggunakan armada bus Berlian Jaya yang nota bene milik keluarga pejabat dilingkungan Pemda Kudus. Pantas saja kalau di kegiatan Pemda Kudus, Instansi, lembaga dan sekolah memakai armada tersebut.

Disini Perlu kami tegaskan dalam dunia usaha dan jasa transportasi jangan ada monopoli bisnis. Karena hal tersebut dampaknya kurang baik bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menduga ada pengkondisian yang masif dalam menggunakan armada bus tertentu. Hal ini tentunya kurang bagus dalam persaingan bisnis, pasalnya di Kudus banyak PO Bus selain Berlian Jaya,” katanya.

(L-Man)