Pati ,Jawa Tengah.  Baistnews.com Diduga menjadi korban malpraktik seorang perawat di desa Karangwotan kecamatan Pucakwangi, keluarga korban sangat kecewa dengan layanan yang asal asalan. Asal main jahit pada luka korban tanpa analisa akhirnya hingga tiga minggu luka tidak kunjung sembuh. Setelah dirontgen diketahui patah tulang.(10/02)

Korban (15th) yang dirawat jalan oleh perawat Widodo Hadi Kustio, S.Kep. setelah luka yang asal jahit, karena tak kunjung kering lukanya, keluarga korban berinisiatif sendiri untuk rontgen di laboratorium klinik. Dirasa ada kejanggalan dan tidak profesional setelah tiga minggu luka yang tidak kunjung kering ditambah korban yang mengerang kesakitan setiap hari, atas saran dari beberapa tetangga untuk tidak percaya kepada perawat Widodo tersebut.
Setelah hasil rongent keluar, ketidak percayaan kepada perawat Widodo terjawab, korban patah tulang dan segera dilarikan ke RS Karina Surakarta/ Solo.
“Anak ini main sepak bola dan jatuh, karena kami panik dan yang dekat pak Widodo saya bawa ke situ untuk ditangani dan langsung dijahit, jahitannya juga saya lihat kurang bagus. Dia tanpa menyarankan untuk dirontgen atau dirujuk ke rumah sakit dan saya percayakan perawatan luka 2 hari sekali hingga tiga minggu,” Tutur salah satu orang tua korban.
“Oleh para tetangga suruh larikan ke Rumah Sakit atau dirontgen, dan ternyata pak Widodo memang salah penanganan, kami kecewa kenapa tidak disarankan rotgen atau dirujuk ke Rumah sakit, inikan membahayakan nyawa manusia, untung kami inisiatif untuk rontgen,” Imbuhnya.

“Sampai di RS Karina malah kami dimarahin, kenapa sampai membusuk tidak dibawa ke Rumah Sakit, ini jika telat bisa amputasi lho kakinya..dokter bilang begitu,” Ungkapnya kepada media.

/tim.