KUDUS – baistnews.com Atlit pencak silat Putri asal Kudus, Safira Dwi Meilani, mengharumkan Indonesia dalam ajang SEA Games di Thailand 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025.
Safira mengukuhkan dominasinya dalam cabang olahraga (Cabor) pencak silat putri class B (50-55 kg). Dia berhasil mempertahankan podium juara yang diraihnya di Kamboja pada 2023.
Tercatat Raihan Safira Dwi Meilani mendapat medali emas pada South-East Asia (SEA) Pencak Silat Championship di Singapura, medali emas pada Word Pencak Silat Championship 2022 di Malaysia, medali emas di ajang SEA Games 2023 di Kamboja, dan World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi, serta SEA Games di Thailand 2025.

Safira mengalahkan wakil Vietnam, Thi Hai Quyen Duong, 42-29. Pada laga final yang digelar di IMPACT Arena Muang Thongb Thani, Nonthanuri. Dari awal laga, Safira memang telah dominan.
Dara kelahiran 18 Mei 2000, Safira Dwi Meilani mengucapkan syukur karena dapat meraih juara dalam SEA Games yang kedua kalinya.
“Alhamdulillah akhirnya saya memberikan medali emas kedua saya di SEA Games setelah di Kamboja,” katanya.

Dengan medali emas yang digenggamnya, Safira dipastikan bakal mengantongi Rp 1 miliar. Bonus tersebut telah dijanjikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.
Untuk apa uang sebanyak itu? Yang pasti, Safira bakal menabungnya. Selain itu, ia juga akan memberikannya kepada orang tuanya. Sisanya, masih ia pikirkan.
“Bonus akan saya tabung pastinya, lalu Insyaallah bakal saya berikan ke orang tua saya, dan untuk yang lain-lain, belum kepikiran juga,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, Ini kali kedua saya melawan atlet yang sama, Alhamdulillah sudah tahu pola bermainnya, dan Alhamdulillah bisa menang serta juga meraih medali emas.
Perolehan medali emas Safira di SEA Games di Thailand 2025 ini menjadi medali emas ke-66 bagi kontingen Indonesia sekaligus memperkokoh posisi Tim Merah Putih di papan atas klasemen medali.
Sementara itu, Mas’ud, Kepala Pelatih Perguruan Bangau Ruyung, mengucapkan syukur atas perolehan medali emas Safira. Dirinya terharu sekaligus bangga atas perolehan medali emas yang diraih anak asuhnya tersebut.
“Syukur Alhamdulilah Safira itu asal dari Perguruan Bangau Ruyung. Dimana Perguruan Pecak Silat dari Desa, namun bisa mendunia. Kami memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan Safira di ajang SEA Games 2025 di Thailand,” ucapnya.
Torehan medali emas diberbagai kejuaraan yang diraih ananda Safira merupakan hasil kerja keras dan dedikasi Safira, serta dukungan penuh dari tim pelatih. Medali emas ini tidak hanya untuk Safira, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia.
Mas’ud berharap, ke depannya Kudus akan muncul generasi Safira, yang akan terus berkembang dan maju, serta mampu membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
“Semoga Kudus akan terus muncul generasi pesilat baru yang tangguh dan profesinal. Untuk Ananda Safira dan kawan-kawan, teruslah berlatih untuk menghadapi ajang perlombaan selanjutnya,” tutup Mas’ud.
(L-Man)




