KUDUS – baistnews.com Memadukan pentas seni, potensi, kreativitas, dan pemberdayaan minat dan bakat anggota Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Badan Otonom (Banom) Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tercetuslah Kegiatan Festival Muharram.

Ketua MWC NU Kaliwungu mengatakan, gelaran Festival Muharram ini karena kegiatan pada bulan Muharram 1447 hijriyah” dengan tema “Meneguhkan Semangat Hijriyah, Merawat Tradisi, Menguatkan Aswaja”.
“Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 18-21 Juli 2025 yang dipusatkan di Kantor dan Aula MWC NU Kecamatan Kaliwungu turut Desa Gadung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kata Noor Kholis pada Senin, 21 Juli 2025.
Lebih lanjut Noor Kholis menambahkan, bahwa kegiatan Festival Muharram kali ini merupakan kegiatan
yang baru pertama kali di selenggarakan oleh MWC NU se-Banom Kaliwungu.
“Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim bagi pengurus MWC NU dan Banom Kecamatan Kaliwungu, sekaligus sebagai ajang pentas seni, menggali potensi, kreativitas, dan pemberdayaan minat dan bakat anggota Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Badan Otonom (Banom) Kecamatan Kaliwungu,” imbuhnya.
Perlu diketahui bahwa, kegiatan ini sudah kami laksanakan mulai hari Jum’at (18/7/2025), dengan mengadakan Khotmil Qur’an dan Sholawat bersama LKQNU Kecamatan Kaliwungu.
Kemudian pada hari Ahad (20/2025) kita selenggarakan pembukaan Festival, istigosah, dan ngaji bareng bersama kyai dan Mustasyar Syuriah NU, serta pengajian bersama KH. Abdur Rahman dari Kudus, yang dimeriahkan Terbang Papat PAC GP Anshor, dan Rebana oleh PAC Fatayat NU Kaliwungu.
Selanjutnya pada hari ini (Senin, 21/7/2025) kita selenggarakan lomba mewarnai untuk RA/TK se-Kaliwungu, juga lomba lagu religi yang dikuti oleh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Kaliwungu yang dibawah LP Ma’arif NU Kaliwungu.

Para peserta nantinya akan diberi hadiah juara 1,2 dan 3 bagi yang terbaik untuk mendapat piala, sedangkan untuk siswa MTs dan MA sebagai peserta partisipasi untuk memeriahkan gelaran Festival ini. Namun kami juga tidak menutup kemungkinan jika ada dari MI yang mau tampil performance juga kami persilahkan untuk tampil dalam acara tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tapi juga mampu memberi dampak nyata. Festival ini harus terus berlanjut, tepat sasaran, dan mendukung UMKM kader dan angota MWC NU dan Banom Kaliwungu,” pungkasnya.
Sementara itu, Mahmudi menambahkan, Guna untuk memeriahkan acara, kami buka puluhan stan bazar UMKM yang di ikuti dari NU se-Banom juga lembaga pendidikan dibawah naungan LP. Ma’arif NU Kaliwungu.
“Ada puluhan stan bazar UMKM, pagelaran seni islami, pameran prestasi dan hasil kreasi, edukasi kesehatan, game dan lomba, juga bengkel geratis,” imbuh Mahmudi.

Terpisah, Naysila Oktafiana, Zakia Ulfa, Naila Faila Suffah, Zakiyah Ulfa dari MA Manzilul Ulum mereka mengatakan, bahwa kegiatan Festival Muharram yang diselenggarakan oleh MWC NU Kaliwungu sangat bagus dan perlu dijadikan progam tahunan. Kami disini dapat tugas dari madrasah untuk jaga stan UMKM.
“Kami sangat senang bisa ikut acara ini, kami buka stan UMKM Gelar Karya “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),” katanya.
Barang yang kami sediakan berasal dari produk dari tangan-tangan terampil kelas 11, dimana kami ini dikasih ekstrakurikuler pada jam 14.00 hingga jam 16.00 WIB.
“Apa yang kami jual disini hasil tangan para siswa kelas 11, ini merupakan produk hasil karya kami. Alhamdulillah selama dua hari di stan ini penjualan cukup lumayan banyak barang yang telah terjual,” terangnya.

Sementara itu, Roudlotul Jannah ketua PAC Fatayat NU Kaliwungu mengatakan, PAC Fatayat NU Kaliwungu membuka dua stan sekaligus diluar dan didalam Aula MWC NU Kaliwungu.
“Kami buka stan 2 yang satu pakain didalam Aula dan yang diluar makanan, Alhamdulillah laris, inj terlihat cukup ramai pembeli,” katanya.
Dotul juga menjelaskan, bahwa kegiatan Festival Muharram ini, harus dilanjut ditahun depan, jadi progam tahunan, pasalnya kegiatan ini membawa dampak yang positif bagi anggota dan kader muda NU untuk berkreasi dan sekaligus untuk menggali minat, bakat serta potensi yang dimilikinya.
“Dampak nyata dari kegiatan ini jejas membawa multi player efek yang sangat luar biasa, baik dari segi penggalian potensi, juga mendukung UMKM para anggota dan generasi muda NU,” jelasnya.
(L-Man)





