PATI baistnews.com – Kodim 0718/Pati menggelar Latihan Sistem Blok Penanganan Konflik Sosial (PKS) Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Makodim 0718/Pati dan Bumi Perkemahan Regaloh, Rabu (10/6/2026).
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, serta profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai potensi konflik sosial di wilayah binaan.
Kegiatan dipimpin langsung Komandan Latihan (Danlat) Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., didampingi Wakil Komandan Latihan (Wadanlat) Mayor Cpl Kuswaranto selaku Kasdim 0718/Pati, serta Kapten Inf Kusmiyanto selaku Pasiops Kodim 0718/Pati.
Peserta latihan terdiri dari unsur staf Kodim, para Danramil, Babinsa, Provost, Tim Intel, Tim Kesehatan, Tim Screening, Tim Bulsi, hingga personel yang tergabung dalam Kelompok Tim Penanganan Konflik Sosial.
Kegiatan diawali dengan pengarahan Danlat di halaman Makodim 0718/Pati, dilanjutkan drill teknis dan drill taktis di kawasan Bumi Perkemahan Regaloh. Setelah istirahat, peserta kembali melaksanakan drill taktis lanjutan sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan.
Dalam arahannya, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan wilayah.
Menurutnya, latihan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada pemerintah daerah dan aparat terkait, khususnya dalam penanganan konflik sosial maupun pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.
“Seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh dan memahami prosedur yang berlaku, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga pengakhiran kegiatan. Sebagai prajurit TNI, kita harus selalu siap melaksanakan tugas negara, menjaga netralitas, serta mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif,” tegas Dandim.
Latihan menggunakan metode drill teknis dan drill taktis dengan pasukan guna meningkatkan kemampuan personel dalam mengantisipasi, mencegah, menghentikan, hingga melaksanakan pemulihan pasca konflik sosial.
Dalam skenario latihan, digambarkan terjadi konflik sosial akibat perselisihan kelompok masyarakat terkait pengelolaan pasar dan parkir liar di Desa Tlogorejo yang berkembang menjadi aksi unjuk rasa.
Para peserta menjalani tujuh fase latihan, mulai dari penanganan aksi damai, eskalasi massa, pembentukan formasi pengamanan, tindakan pengendalian massa, penangkapan provokator, pemulihan situasi, hingga penyelesaian konflik secara damai melalui mediasi.
Melalui latihan tersebut, diharapkan seluruh personel Kodim 0718/Pati semakin siap menghadapi berbagai potensi konflik sosial di wilayah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pati.





