PATI  baistnews.com – Kepulan asap tebal dan kobaran api membakar lahan tebu di Dukuh Bonagung, Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Selasa (25/8/2026). Sedikitnya 7.000 meter persegi tanaman tebu dilalap api sebelum akhirnya berhasil dijinakkan tim gabungan.

Kobaran api diduga bermula dari aktivitas seorang pekerja tebu yang membakar daun-daun kering di sekitar lahan. Tiupan angin membuat api yang semula kecil dengan cepat membesar dan merembet ke tanaman tebu yang kondisinya kering.

Situasi tersebut memicu kepanikan karena api berpotensi menjalar lebih luas ke area perkebunan di sekitarnya.

Mendapat laporan kebakaran, personel Kodim 0718/Pati bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah kobaran api semakin meluas.

Tak tanggung-tanggung, empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut berasal dari Pemkab Pati, BPBD Kabupaten Pati dan PG Trangkil.

“Api harus segera dilokalisasi agar tidak merembet ke area lain. Kondisi tanaman yang kering dan angin membuat api sangat cepat membesar,” demikian gambaran situasi dalam proses penanganan kebakaran.

Berkat kesigapan personel TNI, petugas pemadam kebakaran, BPBD dan unsur terkait lainnya, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Api tidak sampai meluas ke wilayah perkebunan lainnya.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan yang disewa Mashuri, warga Dukuh Bonagung, Desa Margorejo. Dari total lahan sekitar satu hektare, kurang lebih 7.000 meter persegi terdampak kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya petani dan penggarap lahan, agar tidak sembarangan menggunakan api untuk membersihkan lahan.

Pada musim kemarau, tanaman dan material kering dapat berubah menjadi bahan bakar yang membuat api sulit dikendalikan. Bahkan api yang awalnya hanya digunakan untuk membakar daun kering dapat berubah menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit ketika tertiup angin.

Kodim 0718/Pati mengingatkan masyarakat agar mengutamakan pencegahan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Utamakan pencegahan, karena api kecil dapat dengan cepat membesar ketika kondisi lahan kering,” demikian imbauan Kodim 0718/Pati.

Kejadian di Wedarijaksa menjadi pengingat bahwa satu percikan api dapat berubah menjadi kobaran besar. Terlebih di tengah kondisi kemarau, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Kesigapan Kodim 0718/Pati bersama tim gabungan dalam merespons kejadian tersebut akhirnya berhasil mencegah api merembet lebih luas. Namun, kerugian sekitar Rp50 juta menjadi pelajaran bahwa aktivitas pembakaran di lahan kering memiliki risiko yang tidak boleh diremehkan.