PATI, baistnews.com – PDI Perjuangan mulai tancap gas menyusun kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029. Setelah terpukul dalam sejumlah kontestasi politik 2024, partai berlambang banteng moncong putih itu kini bergerak melakukan penyegaran struktur hingga tingkat kecamatan melalui seleksi ketat calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Ratusan kader dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah mengikuti tes wawancara calon Ketua PAC yang digelar di Kantor DPC PDIP Kabupaten Pati, Sabtu (2/5/2026). Seleksi dipimpin langsung anggota DPR RI Haryanto bersama jajaran pengurus partai.

Menariknya, DPC PDIP Pati dipercaya menjadi pusat seleksi untuk wilayah Dapil Jateng 3, 4, dan 5 yang meliputi Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, hingga Grobogan.

Haryanto menegaskan, proses ini bukan sekadar formalitas pergantian pengurus, melainkan bagian dari strategi besar partai untuk membangun ulang kekuatan akar rumput setelah hasil Pemilu 2024 dinilai belum memuaskan.

“Hari ini kami melakukan tes wawancara seluruh calon Ketua PAC setelah sebelumnya menjalani ujian tertulis. Ini bagian dari konsolidasi besar partai menghadapi 2029,” tegas Haryanto.

Menurutnya, Ketua PAC memegang peranan vital karena menjadi ujung tombak partai di tingkat kecamatan dan desa. Karena itu, PDIP tidak ingin asal memilih figur.

“Yang dicari bukan hanya kader loyal, tetapi juga punya kemampuan organisasi, militansi, dan mampu memenangkan pertarungan politik ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Pati, Danu Iksan, mengatakan seluruh hasil seleksi akan dikirim ke DPD PDIP Jawa Tengah sebelum diputuskan DPP pusat.

Ia menegaskan, penentuan Ketua PAC dilakukan sangat ketat karena partai ingin memastikan mesin politik benar-benar solid sejak sekarang.

“Yang menentukan DPP pusat. Kami hanya menjalankan proses seleksi. Kenapa ini penting? Karena target kami jelas, Pemilu 2029 PDIP harus kembali menang,” kata Danu.

Menurutnya, kekalahan dalam sejumlah pertarungan politik 2024 menjadi alarm serius bagi partai untuk segera melakukan evaluasi total.

Karena itu, pembenahan struktur dilakukan dari bawah dengan mencari figur yang dianggap mampu menggerakkan partai hingga level ranting desa.

“Kalau struktur bawah lemah, jangan berharap menang. Makanya sekarang dipilih kader yang benar-benar siap kerja dan siap tempur,” tandasnya.

Langkah PDIP ini dinilai menjadi sinyal bahwa pertarungan politik menuju 2029 mulai dipanaskan lebih awal. Konsolidasi internal, penyegaran kader, hingga perebutan pengaruh di tingkat akar rumput kini mulai digerakkan demi mengembalikan dominasi partai di Jawa Tengah.