PATI – baistnews.com Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana guna mendukung sektor perikanan sebagai salah satu unggulan daerah yang dikenal sebagai Bumi Mina Tani. (18/03)
Menurut Mukit, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi, salah satunya adalah tambat kapal atau tambat labuh. Ia menilai, kapasitas tambat kapal saat ini belum memadai sehingga kerap terjadi penumpukan kapal di kawasan pelabuhan maupun muara Sungai Juwana.
“Saya harap fasilitas perikanan di Juwana bisa segera diperbaiki, terutama tambat labuh. Perlu dilakukan perpanjangan agar kapal bisa tertata dengan baik dan tidak menumpuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penumpukan kapal tidak hanya mengganggu aktivitas nelayan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko besar seperti kebakaran kapal yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan kapal-kapal dapat bersandar secara lebih aman dan nyaman.
Mukit bahkan mengusulkan agar perpanjangan tambat labuh dapat dilakukan hingga mendekati muara. Dengan demikian, distribusi kapal akan lebih merata dan tidak terpusat di satu titik saja.
“Kalau tambat labuh diperpanjang hingga ke muara, maka kapal bisa parkir lebih leluasa. Ini juga dapat meminimalisir risiko kebakaran dan permasalahan lainnya,” jelas politisi Partai Demokrat tersebut.
Selain itu, penataan kapal di sepanjang muara Sungai Juwana juga diyakini dapat mengurangi potensi banjir serta meningkatkan kelancaran aktivitas perikanan.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, jumlah nelayan aktif di wilayah tersebut mencapai 4.041 orang. Dengan jumlah tersebut, peningkatan fasilitas dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menunjang produktivitas dan keselamatan para nelayan. Adv 06




