Baistnews.com – Di tengah arus disrupsi informasi dan ketatnya persaingan media digital, praktisi media Casroni menekankan pentingnya membangun ekosistem industri pers yang sehat dengan menjunjung tinggi nilai keberagaman pendapat. Prinsip ini dinilai menjadi fondasi krusial bagi jurnalis untuk menjaga marwah profesi sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Casroni menyatakan bahwa perbedaan sudut pandang dalam pemberitaan seharusnya menjadi kekayaan intelektual, bukan pemicu perpecahan. Hal ini selaras dengan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Siapapun itu, tetap kami hargai pendapatnya. Poin utamanya adalah bagaimana kita bisa saling menghormati satu sama lain,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menanggalkan Paradigma Persaingan Tidak Sehat
Ia menjelaskan bahwa paradigma lama tentang memenangkan pasar dengan menjatuhkan pihak lain atau melakukan praktik kampanye hitam (black campaign) telah mencederai Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan wartawan bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Di era konektivitas saat ini, fokus utama jurnalisme seharusnya adalah tumbuh secara kolektif melalui sinergi yang produktif demi kepentingan publik.
“Prinsip utama kami adalah tumbuh bersama. Kami percaya bahwa sinergi dan kolaborasi jauh lebih berharga daripada kompetisi yang tidak sehat (unhealthy competition). Persaingan yang sehat justru akan meningkatkan kualitas konten bagi masyarakat,” tambahnya.
Jurnalisme sebagai Kemitraan Strategis
Melalui semangat integritas, Casroni mengajak para insan pers dan pelaku industri media untuk mengubah pola pikir dari rivalitas menjadi kemitraan strategis. Langkah ini dianggap vital dalam menghadapi tantangan global, seperti dominasi algoritma platform asing dan penyebaran hoaks.
Penguatan kolaborasi ini juga merupakan implementasi dari semangat Pasal 6 UU Pers, di mana pers nasional berkewajiban mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
Dengan memandang rekan seprofesi sebagai mitra belajar, diharapkan kemajuan industri pers secara menyeluruh dapat tercapai lebih cepat, kredibel, dan berkelanjutan.
Pesan untuk Profesi:
Edukasi ini menjadi pengingat bagi setiap jurnalis bahwa di atas kecepatan berita, ada akurasi yang harus dijaga. Sebagaimana diatur dalam regulasi, rating atau pageviews tidak boleh mengesampingkan etika profesi yang menjadi ruh dari kerja jurnalisme.
Reporter: Teguh
Editor: [Nama Editor]





