PATI  baistnews.com – Pemandangan spektakuler tersaji di Alun-Alun Kabupaten Pati, Minggu (23/8/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pertunjukan tari kolosal yang melibatkan sekitar 1.000 penari pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Pati.

 

 

Tak kurang dari 10.000 penonton memadati kawasan Alun-Alun Pati. Suasana semakin meriah ketika para penari yang mengenakan busana adat Jawa bergerak serempak mengikuti irama dan koreografi di atas panggung terbuka.

Bukan sekadar pertunjukan seni, tari kolosal tersebut menjadi salah satu momentum untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pati sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Yang menarik, para penari tidak hanya tampil di hadapan masyarakat. Sejumlah pejabat dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati ikut turun dan mencoba mengikuti gerakan tari.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin tampak larut dalam kemeriahan bersama masyarakat.

Chandra mengatakan keterlibatan Forkopimda merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Pati.

“Kita semua Forkopimda ikut nari, ikut memeriahkan Hari Jadi Pati, ikut memeriahkan seniman-seniman Pati untuk terus bergairah memajukan karya seni di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia mengaku menikmati pertunjukan tersebut. Menurutnya, koreografi yang dibawakan para penari sangat luar biasa dan mampu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah masyarakat.

“Kita sendiri ikut menari juga bahagia karena koreografinya luar biasa,” katanya.

10 Ribu Warga Jadi Saksi

Besarnya antusiasme masyarakat menjadi pemandangan tersendiri. Lebih dari 10.000 orang disebut hadir di kawasan Alun-Alun Pati untuk menyaksikan penampilan ribuan penari tersebut.

Candra menilai jumlah penonton yang membludak menjadi bukti bahwa seni dan budaya masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat.

Menurutnya, kegiatan semacam itu perlu terus dikembangkan sebagai ruang ekspresi bagi pelajar, seniman maupun masyarakat.

Tidak hanya menjadi tontonan, pertunjukan seni budaya juga dinilai mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Seni Jadi Perekat Warga Pati

Chandra berharap kegiatan seni dan budaya tidak berhenti pada momentum perayaan hari jadi maupun HUT Kemerdekaan. Menurutnya, kesenian dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga suasana kondusif di Kabupaten Pati.

“Kesenian dan kebudayaan ini bisa menyatukan masyarakat Kabupaten Pati, menyatukan kita untuk terus damai, terus aman untuk memakmurkan masyarakat Kabupaten Pati dengan kesenian,” pungkasnya.

Meriahnya tari kolosal di Alun-Alun Pati pun menjadi gambaran bahwa ketika pelajar, seniman, pemerintah dan masyarakat bersatu dalam satu panggung, seni budaya mampu menjadi magnet besar yang menyatukan ribuan orang dalam suasana penuh kebersamaan.