PATI – baistnews.com Kericuhan yang belakangan terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia dinilai oleh anggota DPRD Kabupaten Pati Danu Iksan, karena adanya provokasi dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi melalui media sosial saat ini menjadi pemicu utama dari aksi-aksi dan tindak kejahatan.

Untuk itu, masyarakat khususnya anak-anak muda diminta untuk lebih cerdas dan tanggap terhadap segala informasi yang beredar. Sebab, banyaknya berita-berita atau informasi bohong atau hoaks bisa saja memicu menggiring opini untuk berbuat anarkis.

“Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoaks yang beredar di media sosial maupun media lainnya,” imbaunya, Selasa (2/9/2025).

Sebagai bentuk nyata ajakan untuk menjaga keamanan dan kondusifitas di Bumi Mina Tani, Danu juga sempat bersama-sama dengan sejumlah tokoh masyarakat mahasiswa, aparat kepolisian, TNI, pengemudi ojek online (ojol), serta warga Pati menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan atas aksi kericuhan yang sempat terjadi.

Doa bersama ini digelar untuk merespons gejolak massa yang terjadi belakangan, sekaligus mendoakan para korban yang meninggal dunia, termasuk almarhum pengemudi ojol, Affan Kurniawan. Selain itu, doa juga dipanjatkan bagi masyarakat Pati yang tengah melakukan aksi di Jakarta agar senantiasa diberi kelancaran dan keselamatan.

“Kami kemarin juga mengenang almarhum Affan Kurniawan serta menciptakan suasana damai khususnya di Kabupaten Pati. Juga untuk mengenang seluruh massa aksi yang telah mendahului kita,” ujarnya.

Ia juga berharap, semua elemen masyarakat di Pati bisa bersama-sama menjaga keamanan. Jangan mudah terprovokasi ketika melihat berita di medsos. /Red