KUDUS – baistnews.com Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus menggelar menggeruduk kantor Bupati Kudus, pada Kamis siang, 4 September 2025.

Tampak mereka menggelar audiensi dalam suasana kondusif dengan interaksi terbuka antara mahasiswa dan jajaran Forkopimda untuk menyampaikan aspirasi terkait isu-isu lokal dan terjadinya gejolak demonstrasi yang terjadi diberbagai daerah.

Mahasiswa yang mengenakan pakaian dominan hitam dengan atribut HMI berwarna hijau, tampak duduk bersila di pendapa tengah. Beberapa dari para mahasiswa membawa bendera HMI dan bendera Merah Putih.

Koordinator Lapangan Muhammad Arya Luqmansyah, mengatakan, bahwa kami membawa sejumlah tuntutan penting, baik isu nasional maupun regional.

“Kami dari HMI Kudus memberikan beberapa tuntutan berlandaskan isu nasional dan regional. Aksi ini damai, agar aspirasi masyarakat benar-benar diteruskan,” katanya.

Tuntutannya meliputi pemberantasan seks bebas, penyelesaian masalah sampah, kebersihan lingkungan, pemerataan pembangunan dan infrastruktur, mendesak pengesahaan RUU perampasan aset hingga pembebasan massa aksi yang tertahan pada saat demo di Jakarta.

Salah satu isu utama yang mereka soroti adalah penanganan serius atas kasus penyelewengan seks di Kabupaten Kudus.

HMI menilai praktik itu semakin marak dan berpotensi merusak generasi muda.

“Ada pemberitaan soal penggerebekan di salah satu wilayah, itu bentuk penyelewengan seks. Maka harus segera difokuskan penyelesaiannya, termasuk edukasi ke masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polri dan DPR, supaya tidak membuat kebijakan yang merugikan rakyat, dan menolak kekerasan aparat terhadap demonstran, serta mendesak pengusutan tuntas kematian Afan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat insiden kendaraan taktis Baracuda saat aksi di Jakarta, 28 Agustus lalu.

“Kami siap menjadi mitra pemerintah untuk mengawal agar aspirasi ini tidak berhenti sebatas janji normatif,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menggelar seremonial pengucapan sumpah Al-Qur’an kepada Bupati dan Forkopimda.

Menurutnya hal ini dilatarbelakangi rasa kecewa terhadap janji-janji pemerintah sebelumnya yang dinilai tak terealisasi.

“Kali ini kami menuntut keseriusan, agar apa yang disampaikan benar-benar diteruskan ke pusat,” jelasnya.

Solidaritas terhadap almarhum Afan turut ditunjukkan dengan penggunaan atribut ojek online oleh sejumlah peserta aksi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan rakyat kecil harus didengar,” kata Luqmansyah.

Sementra itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas aksi damai tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif.

Ia menegaskan siap meneruskan aspirasi mahasiswa kepada Presiden dan Ketua DPR RI.

“Terima kasih atas masukan dari teman-teman HMI. Tuntutan segera kami teruskan. Kami bukan penentu kebijakan, tetapi kami jamin aspirasi ini diteruskan,” ucapnya.

Menanggapi isu penyelewengan seks, Sam’ani menyebut Satpol PP selama ini rutin melakukan penertiban, meski tidak selalu dipublikasikan.

“Yang penting nyata, bukan sekadar ramai-ramai di luar,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Kudus telah menganggarkan program pengelolaan sampah tahun ini, termasuk kerja sama dengan perusahaan besar.

Serta pemberian bantuan Rp. 100 juta untuk tiap desa tahun depan.

“Kami terus berupaya, meski masalah sampah memang kompleks,” katanya.

Sam’ani menegaskan akan menyampaikan aspirasi kawan-kawan Mahasiswa ke Pemerintah Pusat. Termasuk tanda tangan diatas materai dan sumpah diatas Al-Qur’an menurutnya tidak masalah karena setiap pejabat juga disumpah.

(L-Man)