KUDUS – baistnews.com Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah pada 15–20 April 2026

Bursa calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Kudus periode 2026-2031 mulai mengerucut. Ada delapan nama Yakni Sam’ani Intakoris (Bupati Kudus), Mukhasiron (Petahana ketua DPC), Noor Hadi (Sekretaris DPC), Noor Hidayah, dan Noor Fatkah (Unsur Perempuan DPC PKB), Suparno dan Sutejo, (Anggota DPRD F-PKB).

Kegiatan Muscab DPC PKB Kudus digelar di Hotel Kenari Asri pada Kamis siang, 16 April 2026.

Tampak hadir dalam Muscab PKB Kudus wakil ketua DPP PKB Hj. Ida Fauziyah, Sekretaris DPW PKB Jateng H. Sukirman, Ketua PAC NU KH. Asyrofi Masyitoh, PC Muslimat, PC GP. Anshor, PC Fatayat, Pengurus DPC serta PAC PKB se-Kabupaten Kudus.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziah mengatakan, Muscab merupakan konsolidasi struktural partai yang berlangsung setiap lima tahun sekali. Proses Muscab tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena mengkombinasikan usulan dari bawah atau akar rumput, dengan hasil pemetaan dari DPP PKB.

“Setiap calon Ketua DPC akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Ini untuk memastikan bahwa calon ketua DPC memiliki kapasitas mengelola organisasi PKB di tingkat kabupaten dan kota,” kata Ida Fauziyah pada Kamis sore (16/4/2026).

Lebih lanjut Ida menambahkan, bahwa, melalui sistem ini, bakal calon (Balon) yang muncul dalam Muscab tidak langsung ditetapkan sebagai ketua, melainkan akan melalui tahapan seleksi lanjutan oleh DPP.

“Setelah diumumkan bakal calon ketua, maka nama-nama tersebut akan mengikuti uji kelayakan dan kompetensi (UKK) yang akan melibatkan pengurus DPW, DPP dan akademisi,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa perubahan sistem ini bertujuan untuk memperkuat soliditas partai dan menghindari konflik internal.

Menurutnya, pelaksanaan Muscab dan Muswil dimasa lalu kerap menimbulkan perpecahan yang justeru bertentangan dengan semangat organisasi sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART partai.

“Muswil dan Muscab dulu justeru kontrapriduktif dengan tujuan utama patai. Banyak yang berujung pada perpecahan bukan penguatan dan kosolidan,” jelasnya.

Konsolidasi ini, adalah bagian dari proses struktural partai yang telah dimulai sejak Muktamar PKB secara nasional, kemudian pembentukan kepengurusan di tingkat provinsi, dan kini di tingkat DPC Kabupaten/Kota.

Setelah ini, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan di seluruh Indonesia.

“Pada dasarnya mesin partai sudah bergerak. Harapannya, dengan struktur yang kuat, maka mesin akan berjalan, dan kemenangan PKB bisa kita dapatkan di tahun 2029,” tegas Ida.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutan mengatakan, komitmennya untuk mengantarkan PKB meraih kemenangan pada Pemilu 2029. Karena kejayaan PKB menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus.

“Saya ini resmi menjadi kader PKB. Saya ini berangkat dari birokrasi, tapi sekarang sudah hijau. Target kita jelas, Pemilu 2029 PKB harus menang. Karena kalau PKB menang, masyarakat Kudus bisa lebih sejahtera,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Sam’ani menekankan pentingnya peran kader di tingkat desa sebagai ujung tombak partai. Ia meminta kader PKB aktif menjadi penyambung program pemerintah daerah kepada masyarakat, terutama dalam menjangkau kelompok rentan.

Sejumlah program prioritas yang harus dikawal kader antara lain BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan, BPJS PBI, bantuan untuk marbot, hingga program sosial lainnya. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, ia optimistis basis suara PKB akan semakin kuat.

Tak hanya itu, Sam’ani juga mengungkapkan strateginya dalam membangun pemilih milenial (Gen-Z). Ia mengaku telah aktif berkeliling ke sekolah-sekolah, khususnya siswa SMP, yang pada Pemilu 2029 akan menjadi pemilih pemula.

“Ini investasi politik jangka panjang. Mereka nanti yang akan menentukan arah masa depan,” bebernya.

Menurutnya, kantong-kantong suara yang selama ini mendukungnya dapat bertransformasi menjadi basis loyal kader PKB. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi dukungan politik di Kudus.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga menegaskan, pentingnya dukungan Nahdlatul Ulama (NU) bagi kejayaan PKB. Menurutnya, kemenangan PKB akan sejalan dengan terpenuhinya aspirasi warga Nahdliyin.

“Kalau PKB menang, insyaallah keinginan warga NU bisa terpenuhi. Jadi tidak perlu khawatir,” tegasnya.

(L-Man)