PATI – baistnews.com Kabupaten Pati menempati peringkat ketiga se-Jawa Tengah kasus penderita campak di akhir Maret 2026 kemarin, dengan 20 kasus dibawah Kabupaten Cilacap dan Klaten. Hal ini lantas mendapat sorotan tajam dari Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo.
Ia bahkan menyebut kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang perlu mendapat atensi khusus dari pemerintah. Dirinya pun mempertanyakan kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes), mengapa angka campak bisa cukup tinggi.
Bandang pun akan memanggil Dinkes untuk dimintai keterangan penyebab tingginya kasus vampak. Pasalnya jika tidak ada perhatian khusus, dirinya khawatir penyakit ini akan cepat menular.
“Kami akan panggil Dinkes, kita kawal ke puskesmas puskesmas. Ada kendala apa disana, apa kurang sigap atau memang ada problem yang harus diselesaikan,” ujar politisi PDI-P ini, Rabu 8 April 2026.
Saat ini, pihaknya di Komisi D ingin mengetahui terlebih dahulu penyebab menyebarnya virus ini di Kabupaten Pati. Pihaknya juga bakal memanggil Dinkes atau jika perlu sidak ke puskesmas untuk mencari tahu penyebab dari meluasnya penyakit ini.
Bandang khawatir, jika tidak segera ada penanganan lebih lanjut, campak akan semakin meluas yang berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat.
“Ini ada temuan yang luar biasa juara III se-Jawa Tengah terkait dengan campak. Ini perlu ada penanganan khusus dari teman-teman Dinkes,” tandasnya. Adv 01





