PATI – baistnews.com Selain menyasar padi, penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) juga menyasar komoditas jagung. Yang mana jagung menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras yang saat ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini tentunya disambut baik oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto dengan adanya penetapan HPP jagung di angka Rp 5.500 perkilo. (19/08)
Pemerintah yang dalam hal ini adalah Bulog diminta untuk terus mengawal HPP jagung, dengan tujuan jagung petani bisa terjual sesuai HPP dan mensejahterakan petani jagung.
“Kemarin sudah ada HPP dari pemerintah untuk harga jagung. Bulog ditugaskan untuk membeli dengan harga HPP Rp 5.500 per kilogram,” ujar pria yang akrab disapa Tanto itu.
Ia menilai, jagung sebagai komoditas unggulan lain di Kabupaten Pati selain padi yang saat ini banyak digeluti oleh para petani, khususnya di daerah selatan. Sehingga pihaknya di DPRD yang memiliki tugas pengawasan akan senantiasa mengawal kebijakan ini agar berjalan dengan baik di lapangan.
Menurutnya, penetapan HPP ini dapat memangkas peran tengkulak dan memberikan keuntungan yang lebih adil bagi para petani. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Bulog tengah mempersiapkan fasilitas penampungan jagung di wilayah Kabupaten Pati.
“Ini juga sudah sangat membantu petani, saya kira. Jadi sudah ada yang membeli, sudah memangkas daripada tengkulak. Petani bisa langsung jual ke Bulog. Saat ini Bulog sudah masuk ke tahap pencarian gudang untuk menampung jagung di Kabupaten Pati,” tutup pria asal Juwana ini.
Legislator dari PDIP ini menambahkan, penetapan HPP ini sekaligus dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang saat ini tengah digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. /Adv 01





