Pati, baistnews.com . Tim LBH Bima Sakti & LSM MPK (Masyarakat Peduli Keadilan) bezuk korban aksi unjuk rasa di kawasan Alun-Alun Pati, yang terjadi pada Selasa (13/8/2025). Para korban saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati. Atas kejadian tersebut Bima selaku pimpinan LBH Bima Sakti sangat menyayangkan atas terjadinya tindakan anarkis. (15/08).

Bima Agus Murwanto, S.H,.M.H pimpinan LBH Bima Sakti & LSM MPK beserta timnya tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam kunjungannya, tim memberi dukungan moril dan bantuan materiil, “Kami prihatin atas kondisi korban yang ikut menyuarakan aspirasi pada unjuk rasa tanggal 13Agustus kemarin, memastikan kondisi korban terpantau dengan baik dan mereka mendapatkan perawatan maksimal dari pihak rumah sakit,” tutur Bima.
“Kami berpesan kepada Masyarakat & Aparat jangan pernah terjadi lagi bentuk – bentuk Anarkis, merusak fasilitas Pemerintah & Swasta, membakar mobil Aparat, karena seperti fasilitas mobil operasional dibeli dari uang rakyat, jadi sama juga berurusan dengan Rakyat dan melawan Hukum. Apalagi adanya Kekerasan & main Hakim sendiri tidak boleh dan harus ditindak tegas,” Ungkapnya.
Lanjutnya, “Semoga korban diberikan kesembuhan & keluarga korban bisa bersabar dan serahkan kepada pihak yang berwenang, biar proses Hukum berjalan, Salam dari LBH “Bima Sakti” & MPK dan urusan di Pati bisa kembali Kondusif Perekonomian berjalan lancar Damai untuk Kabupatn Pati,” Pungkasnya.
Diketahui data Korban Kerusuhan Aksi Demo Pati 13 Agustus Berdasarkan data dari RSUD Soewondo, berikut adalah identitas dan kondisi para korban yang masih menjalani perawatan medis: Edi Utama (19) – Warga Desa Gadingrejo, Juwana. Mengalami dislokasi sendi bahu dan terpapar gas air mata. Lilik Yuliantoro (34) – Wartawan asal Desa Jepangrejo, Blora. Mengalami gangguan pernapasan akibat gas air mata. Paimin (48) – Warga Desa Sukobubuk, Margorejo, Pati. Mengalami sesak napas karena gas air mata. Nuris Syauqi Lutfia (18) – Karyawan swasta dari Desa Pondowan, Tayu. Terpapar gas air mata. Ummi Rizqi Khoirin Ni’mah (19) – Warga Desa Tambahmulyo, Tayu. Juga mengalami keluhan akibat paparan gas air mata. Heru Purnomo (43) – Kapolsek Pati Kota. Menderita luka akibat pukulan dan lemparan batu dari peserta aksi. /Red.





