TEMANGGUNG – baistnews.com Bus Haryanto dengan nomor polisi K 7851 OB antar kota antar Provinsi (AKAP). Bus Haryanto mengalami kebakaran hebat hingga seluruh badan bus hangus terbakar di Jl. Raya Pringsurat Desa Krajan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung pada Selasa pagi, 8 Juli 2025

Bus yang melayani rute Yogyakarta – Pati itu terbakar habis, namun beruntung sekitar 25 penumpang dan 2 kru berhasil menyelamatkan diri sebelum api melalap seluruh badan kendaraan.

Menurut keterangan Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Kebakaran Temanggung, Edi Irwanto, pihaknya menerima laporan kejadian sekira pukul 08.00 WIB.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran korsleting mesin,” kata Edi Irwanto pada Selasa pagi, 8 Juli 2025.

Lebih lanjut Edi menambahkan, bahwa peristiwa bermula saat sopir bus Didik Sumedi mendapat peringatan dari sopir truk yang menyalip, bahwa ada kepulan asap dari belakang bus. Ia segera menepikan kendaraan ke bahu jalan.

Setelah menepi dan membuka kao mesin, api langsung membesar, kondektur bus segera menginstruksikan penumpang untuk menyelamatkan diri. Tercatat ada 25 penumpang dan 2 kru yang berhasil dievakuasi dengan selamat.

Ia juga menjelaskan, api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian bus, diperparah oleh material mudah terbakar seperti busa jok dan barang berbahan plastik.

“Jok, busa, dan barang bahan plastik juga membuat api mudah membesar,” jelasnya.

Pemadaman 45 Menit, Tak Ada Korban Jiwa Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 45 menit oleh tim Pemadam Kebakaran Temanggung dan berhasil dikuasai pada pukul 09.05 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh bagian bus hangus terbakar.

Edi juga mengingatkan pentingnya alat keselamatan pada kendaraan umum. Kebakaran bus Haryanto menjadi pengingat agar kendaraan turut dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR).

“Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai 1 miliar, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” pungkasnya.

Seorang saksi di lokasi, Ibu Fika, turut membantu proses evakuasi dan dokumentasi kejadian.

Pelapor kejadian antara lain:

1. Bp. Nurdi
2. Arif Subiyandoko
3. Agung Dwi Aprilinanto
4. Ngibadi Mustofa
5. Lehar Budi P.
6. Yusuf Gunawan
7. Bachtiar Risa
8. Khaerul Anam
9. Wachidah Ruqmana S.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala kendaraan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di jalan.

(L-Man)