KUDUS – baistnews.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mengelar Musyawarah Cabang (Muscab). Hal tersebut dimanfaatkan sebagai kebangkitan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Forum ini sekaligus menegaskan target besar untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2029.

Kegiatan Muscab DPC PKB Kabupaten Kudus berlangsung di Hotel Kenari Asri Kudus pada Kamis siang, 16 April 2026.

Dalam sambutannya ketua DPC PKB Kudus H. Mukhasiron mengatakan, bahwa PKB ke depan wajib merangkul semua kalangan, terutama dari kalangan milenial (Gen-Z). Pada Pemilu mendatang, 60 -70 persen pemilih dari kalangan milenial.

DPC PKB Kabupaten Kudus telah berupaya menggaet milenial melalui Sekolah Kader Perubahan (SKP), Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar) maupun Pendidikan Kader Pratama (PKP).

“Program tersebut telah merekrut sebanyak 2.530 kader yang 80 persennya merupakan milenial, ada yang berasal dari mahasiswa dan pelajar,” kata Mukhasiron pada Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut Mukhasiron menambahkan, bahwa saat ini PKB masih menjadi partai grade dua, pemenang kedua di Kudus.

“Kami yakin pada Pemilu 2029 kami targetkan menjadi pemenang pemilu dengan raihan minimal 10 kursi, hingga 12 kursi,” imbuhnya.

Mukhasiron juga menegaskan PKB akan terus mengawal dan memantau program-program Pemda Kudus. Salah satunya Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) sebesar Rp 1 juta per orang per bulan yang saat ini sudah berjalan.

“Pemkab telah menganggarkan Rp 111 miliar untuk HKGS guru madin, TPQ, RA, MI, maupun MTS yang 90 persennya adalah konstituen PKB. PKB akan terus mengawal dan memantau program-program daerah agar bisa bermanfaat untuk kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam sambutan menerangkan kesiapannya mengawal kemenangan PKB pada Pemilu tahun 2029. Karena kejayaan PKB menjadi kunci untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus.

“Saya ini resmi menjadi kader PKB, Saya tunjukkan komitmen untuk memperkuat struktur dan basis dukungan hingga tingkat bawah,” ujarnya.

Sam’ani menyampaikan bahwa kemenangan PKB bukan sekadar target politik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, jika partai mampu meraih kemenangan, berbagai program pro-rakyat akan lebih mudah direalisasikan.

Menurutnya, peran kader di tingkat desa menjadi faktor penting dalam menggerakkan mesin partai. Ia mendorong seluruh kader agar aktif turun langsung ke masyarakat, sekaligus menjadi penghubung berbagai program pemerintah daerah, khususnya bagi kelompok rentan.

Sejumlah program sosial disebut perlu dikawal secara serius oleh kader, seperti perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, BPJS PBI, bantuan untuk marbot, hingga berbagai bantuan sosial lainnya.

Dengan pendekatan yang menyentuh langsung masyarakat, ia optimistis dukungan terhadap PKB akan semakin menguat.

Selain penguatan basis saat ini, Sam’ani juga menaruh perhatian pada pemilih masa depan. Ia mengaku telah mulai menjalin komunikasi dengan kalangan pelajar, khususnya siswa SMP yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Langkah tersebut dinilainya sebagai investasi politik jangka panjang. Ia meyakini generasi melenial (Gen-Z) akan menjadi penentu arah politik di masa mendatang, sehingga perlu didekati sejak dini dengan pendekatan yang tepat.

Lebih lanjut, Sam’ani berharap basis dukungan yang selama ini telah terbangun dapat diarahkan menjadi kekuatan solid bagi PKB. Konsolidasi ini dinilai penting agar dukungan politik tidak terpecah dan tetap terjaga hingga pemilu mendatang.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, hubungan historis antara PKB dan warga Nahdliyin menjadi kekuatan strategis yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Kalau PKB menang, insya Allah keinginan warga NU bisa terpenuhi. Jadi tidak perlu dikhawatirkan,” jelas Sam’ani.

Sementara itu, ‎Wakil Ketua Umum DPP PKB, Hj. Ida Fauziyah, menyampaikan bahwa Muscab merupakan konsolidasi struktural partai yang berlangsung setiap lima tahun sekali.

Proses Muscab tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena menkombinasikan usulan bawah atau akar rumput dengan hasil pemetaan dari DPP PKB.

“Setiap calon ketua DPC akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (Fit And Propertest). Hal tersebut guna untuk memastikan bahwa calon ketua DPC memiliki kapasitas mengelola organisasi PKB ditingkat Kabupaten/Kota,” ujar Ida.

Muscab ini digelar serentak secara nasional. Khusus Jawa Tengah, pelaksanaan berlangsung mulai 15 hingga 19 April 2026 dengan pendampingan langsung dari DPP dan DPW.

‎“Muscab ini forum penting, selain memilih kepengurusan baru, juga membahas laporan pertanggungjawaban dan merumuskan program kerja lima tahun ke depan,” terangnya.

‎Ia menegaskan, target utama PKB Kudus adalah meningkatkan capaian politik pada Pemilu 2029. Saat ini, PKB memiliki dua kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah dan satu kursi di DPR RI. Ke depan, partai menargetkan peningkatan jumlah kursi di semua tingkatan.

‎“Targetnya jelas, kursi provinsi bertambah dan DPR RI juga meningkat. Ini harus dirumuskan dengan strategi yang matang,” tegasnya.

(L-Man)