Pati, baistnews.com Anggota Kepolisian Melakukan Identifikasi Di Rumah Korban.Seorang siswi SMP berinisial AAJ (14) yang ditemukan tewas di dapur rumahnya di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati pada Rabu (27/08) dipastikan karena gantung diri.
Peristiwa bunuh diri tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian dilaporkan Kepala Desa tempat tinggal korban, Wahyu Supriyo (31), ke Polsek Juwana.
Berdasarkan keterangan Ketua Rukun Warga (RW) setempat,Teguh Prasetyo (69), menyebutkan bahwa korban sempat terlihat murung beberapa hari terakhir sebelum ditemukan gantung diri.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Juwana, AKP Mudofar, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kami menerima laporan dari Kepala Desa terkait seorang anak perempuan yang ditemukan gantung diri di rumahnya. Anggota langsung mendatangi TKP untuk memastikan kebenaran laporan,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti antara lain seutas tali pramuka warna putih sepanjang 275 cm, hem warna hitam, dan celana pendek motif ungu.
Pemeriksaan awal terhadap jenazah korban oleh Tim Medis Puskesmas Juwana menyatakan, terdapat luka jerat melingkar pada leher, patah tulang leher, serta keluarnya cairan tubuh.
“Kami juga temkan bekas luka sayatan lama di pergelangan tangan korban, namun luka itu sudah sembuh sehingga tidak terkait dengan kematian,” jelasnya.
Kapolsek menegaskan, kematian korban murni akibat gantung diri. Dari pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Dengan demikian kami pastikan korban meninggal karena gantung diri,” tegas AKP Mudofar.Lebih lanjut, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi kepada kepolisian. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.
“Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi, sehingga proses selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga,” ujarnya.
AKP Mudofar juga menyampaikan belasungkawa.Ia menambahkan pesan penting kepada masyarakat.“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak-anak. Jika ada tanda-tanda depresi atau menyendiri, segera komunikasikan dengan keluarga, sekolah, atau laporkan kepada kami untuk segera dicarikan solusi,” pungkas Kapolsek Juwana.





