KUDUS – baistnews.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus terus memperkuat proses kaderisasi politik melalui kegiatan pendidikan kader loyalis Sekolah Kader Perubahan (SKP).

Kali ini, kegiatan dimotori oleh H. Ali Ihsan, S.Ag., MH., selaku anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kudus. Gelaran tersebut berlangsung di IPHI/JHK Cabang Kaliwungu Kudus pada Ahad malam, 18 Oktober 2026.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PKB. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

H. Ali Ihsan, S.Ag., MH., mengatakan, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembekalan dan penguatan kapasitas kader PKB, khususnya dalam memahami organisasi, nilai-nilai perjuangan partai, kepemimpinan, serta peran kader di tengah masyarakat.

“Langkah ini menjadi bagian dari progam nasional PKB dalam rangka mencetak generasi muda dengan sasaran pemilih milenial dan Gen-Z,” katanya.

Dari 150 undangan yang terdiri 100 peserta SKP dan 50 tamu undangan yang sebagian sudah menjadi tokoh di masyarakat, maka saya mengajak para peserta SKP dan tamu undangan untuk siap memenangkan Pemilu tahun 2029 mendatang.

“Pada acara ini kami mengundang 150 orang, terdiri dari peserta SKP dan tamu undangan disini sudah banyak yang menjadi tokoh masyakat, ditambah PKB sebagai partai yang tangguh, melek politik, militan, berintegritas dan berideologi kebangkitan bangsa, serta memiliki Visi politik perubahan berbasis ide dan gagasan. Kami yaqin PKB Kudus bisa menambah kursi legislatif,” ujarnya.

Ali juga menegaskan, bahwa kegiatan SKP ini merupakan wujud nyata dari semangat kaderisasi berjenjang yang menjadi fokus utama PKB dalam membangun kekuatan politik berbasis nilai.

“Kami ingin melahirkan kader muda yang paham arah perjuangan PKB. Mereka bukan sekadar pengikut, tetapi menjadi instruktur dan penggerak yang menularkan semangat kebangkitan bangsa di setiap lini masyarkat,” tegasnya.

Sementara itu, ketua DPC PKB Kudus Ida Nur Sa’adah menjelaskan, bahwa SKP akan di ikuti oleh peserta yang merupakan calon kader PKB dari seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) se-Kabupaten Kudus.

“Strategi ini menjadi bagian progam PKB secara nasional dalam rangka mencetak generasi muda partai yang tangguh, melek politik, militan, berintegritas dan beridiologi kebangkitan bangsa, serta memiliki Visi politik perubahan berbasis ide dan gagasan,” jelas Ida.

Ia menyebut, bahwa medan politik ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, kader muda PKB harus dipersiapkan agar mampu memahami politik nilai, strategi komunikasi publik, serta perubahan perilaku pemilih di era digital.

Progam Kaderisasi SKP menyasar masyarakat yang berusia 18 hingga 35 tahun (generasi milenial atau Gen-Z). Dimana rentang usia tersebut merupakan pemilih yang kelompok produktif yang manjadi tulang punggung politik masa depan Indonesia, khususnya Kabupaten Kudus.

“Infinya PKB berkomitmen menumbuhkan kesadaran politik sejak dini. Generasi muda harus tampil sebagai pelaku, pejuang, dan calon pemimpin di semua level,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiaatan tersebut Ketua DPC PKB Kudus Ida Nur Sa’adah secara resmi membuka acara Sekolah Kader Perubahan (SKP) PKB. Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim kegiatan SKP resmi dibuka.

“Pembukaan ini menandai dimulainya proses pembelajaran dan pembekalan bagi para kader yang mengikuti kegiatan,” tutup Ida.

Dalam penyampaian pemateri dari M. Yusrul Ni’am A seketaris Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) Kudus dan instruktur nasional H. Amin Hidayat, M.Pd., dalam menyampaikan materi dalam kegiatan Sekolah Kader Perubahan (SKP) PKB.

Beberapa pokok pembekalan yang disampaikan antara lain:

1. Pemahaman organisasi dan perjuangan PKB

Kader diberikan pemahaman mengenai pentingnya memahami arah perjuangan organisasi, menjaga soliditas, serta menjalankan tugas sesuai aturan dan tanggung jawab organisasi.

2. Kepemimpinan kader

Para kader didorong memiliki jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, terbuka terhadap aspirasi masyarakat, serta dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Nilai kebangsaan dan kemasyarakatan

Kader diingatkan mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan bangsa dalam menjalankan aktivitas organisasi.

4. Kader sebagai penghubung masyarakat dan organisasi

Kader diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat, menyampaikan informasi dengan baik, serta ikut mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

5. Integritas dan etika kader

Kader dituntut menjaga sikap, perkataan, dan tindakan serta membangun kepercayaan masyarakat melalui perilaku yang santun, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

6. Kader perubahan

Menjadi kader perubahan tidak hanya berarti memahami organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.

Para kader diharapkan dapat hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta ikut mendorong berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalam penyampaian pemateri, menekankan pentingnya kader untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan komunikasi, memahami persoalan masyarakat, serta membangun kerja sama yang baik antarkader.

Melalui Sekolah Kader Perubahan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembaitan dan sumpah janji para peserta Sekolah Kader Perubahan (SKP), dan berjabat tangan bersama.

(L-Man)