PATI, baistnews.com  – Gemericik air, bentangan lorong gua, serta keindahan stalaktit dan stalagmit menjadi kekayaan alam yang dimiliki Goa Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Potensi tersebut menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah. (17/10)

Di tengah upaya memperkenalkan kembali pesona Goa Pancur, perhatian terhadap destinasi ini turut datang dari Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, S.E Bersama Bupati Pati, Anggota DPR RI Dr. Evita Nursanty, M.Sc., camat, dan kepala desa setempat, Ali meninjau langsung kawasan wisata yang pernah ramai dikunjungi wisatawan tersebut.

Kunjungan itu menjadi momentum untuk melihat kembali potensi Goa Pancur sekaligus membicarakan gagasan pengembangan agar objek wisata ini kembali memiliki daya tarik yang lebih kuat.
Ali Badrudin menilai Goa Pancur memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pati. Keindahan alam di dalam gua dan karakteristik kawasan sekitarnya dinilai dapat menjadi modal penting untuk menarik wisatawan.

Dengan panjang gua yang diperkirakan mencapai 817 meter, Goa Pancur menyimpan daya tarik berupa lorong alami serta formasi stalaktit dan stalagmit yang masih aktif. Saat musim hujan, debit air di kawasan tersebut juga dapat meningkat, menambah karakter alam yang dimilikinya.

Potensi itu, menurut gagasan pengembangan yang mengemuka dalam kunjungan tersebut, dapat didukung dengan penataan kawasan dan penambahan fasilitas wisata.
Dari susur gua hingga spot foto
Salah satu ide yang menarik perhatian adalah pengembangan wisata susur gua menggunakan perahu. Konsep ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam Goa Pancur.
Selain itu, muncul gagasan pembangunan kolam renang di area depan gua, penambahan spot foto, serta ornamen tematik berupa miniatur kapal pinisi untuk memperkaya daya tarik kawasan.

Gagasan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait kondisi geologi gua, perubahan debit air, kelayakan teknis, keselamatan pengunjung, dan perlindungan ekosistem. Keindahan alam yang menjadi kekuatan Goa Pancur perlu dijaga agar pengembangan fasilitas tidak justru mengurangi keaslian kawasan.

Bagi DPRD Kabupaten Pati, pengembangan destinasi seperti Goa Pancur menjadi salah satu peluang untuk mendorong sektor pariwisata daerah. Jika dikelola secara terencana, wisata alam tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berpotensi membuka ruang usaha bagi masyarakat sekitar.

Promosi wisata perlu diperkuat
Selain pengembangan fisik, pengenalan Goa Pancur kepada masyarakat luas juga menjadi bagian penting dalam membangun kembali daya tarik wisata.
Upaya promosi tersebut turut terlihat melalui kegiatan bertajuk Mengenalkan Pesona Wisata Melalui Public Speaking yang dikemas dalam acara seremonial. Kegiatan itu dikaitkan dengan promosi branding Wonderful Indonesia dihadiri Dr. Evita Nursanty, M.Sc., Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Jawa Tengah III.

Melalui pendekatan public speaking, potensi destinasi lokal dapat diperkenalkan melalui penyampaian cerita, informasi, dan daya tarik wisata secara lebih komunikatif. Promosi melalui media sosial juga dapat menjangkau calon wisatawan yang sebelumnya belum mengenal Goa Pancur.

Meski demikian, promosi perlu berjalan beriringan dengan kesiapan destinasi. Informasi yang menarik harus didukung fasilitas yang memadai, akses yang mudah, kebersihan kawasan, pelayanan pengunjung, serta pengelolaan yang berkelanjutan.

Tantangan membangun destinasi unggulan

Mengembalikan kejayaan Goa Pancur tidak cukup hanya dengan memperkenalkan keindahannya. Diperlukan perencanaan yang jelas, pembagian peran antarpihak, pengelolaan profesional, serta keterlibatan masyarakat desa.
Dalam konteks tersebut, sinergi DPRD, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan pariwisata menjadi penting. Dukungan kebijakan dan penganggaran, sesuai kewenangan dan prioritas daerah, dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan pengembangan yang realistis.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat setempat perlu ditempatkan sebagai bagian utama dari pengelolaan. Peluang usaha kuliner, produk lokal, jasa pemandu, hingga kegiatan ekonomi pendukung wisata dapat dikembangkan apabila jumlah kunjungan meningkat.
Goa Pancur di Jimbaran, Kayen, pada akhirnya bukan sekadar lorong alam yang menyimpan keindahan. Destinasi ini juga menghadirkan peluang bagi Kabupaten Pati untuk mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal.
Dorongan Ketua DPRD Pati Ali Badrudin untuk mengembangkan potensi Goa Pancur, ditambah upaya promosi wisata melalui berbagai saluran, menjadi titik awal yang perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

Sebab, destinasi wisata yang dikenal luas bukan hanya lahir dari promosi yang menarik, melainkan dari perpaduan keindahan alam, pengelolaan yang baik, fasilitas yang aman, dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.