PATI baistnews.com – Trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan yang diharapkan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Namun, di balik permukaan trotoar yang tertata, terdapat persoalan yang terlihat pada sejumlah bak kontrol drainase di sisi selatan jalan tersebut.
Pantauan media ini pada Kamis (29/10/2026) mendapati tumpukan sisa material dan puing bangunan di seluruh titik bak kontrol yang masih terbuka pada trotoar sisi selatan. Material itu memenuhi bagian dalam bak kontrol hingga hampir menutup saluran.
Potongan beton, pecahan material bangunan, dan puing lainnya terlihat menumpuk di ruang saluran yang semestinya digunakan untuk mengalirkan air. Kondisi tersebut ditemukan berulang di sejumlah titik, bukan hanya pada satu bak kontrol.
Temuan itu memperlihatkan kondisi di bagian bawah trotoar yang tidak langsung terlihat oleh pengguna jalan. Dari permukaan, perhatian masyarakat tertuju pada susunan lantai trotoar dan jalur pejalan kaki. Sementara itu, di balik bak kontrol yang terbuka, sisa material pekerjaan masih berada di dalam saluran.
Drainase di Balik Penataan Trotoar
Drainase merupakan bagian penting dari infrastruktur jalan. Saluran tersebut berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi trotoar maupun badan jalan.
Ketika material bangunan menumpuk di dalamnya, kapasitas aliran air berpotensi terganggu. Besar kecilnya dampak bergantung pada volume puing, kondisi saluran, serta kelancaran aliran air di sepanjang jaringan drainase.
Dalam proyek penataan trotoar, pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan tampilan permukaan. Penanganan sisa material dan kondisi saluran setelah pekerjaan juga menjadi bagian yang perlu diperiksa untuk memastikan fasilitas dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Temuan di Jalan Panglima Sudirman tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran spesifikasi pekerjaan. Namun, keberadaan puing yang hampir menutup saluran merupakan kondisi lapangan yang perlu mendapat penjelasan dan pemeriksaan dari pihak yang bertanggung jawab.
Proyek Bernilai Miliaran Rupiah
Penataan trotoar Jalan Panglima Sudirman Pati diketahui memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dengan nilai anggaran sekitar Rp14 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Dengan nilai dan cakupan pekerjaan tersebut, kondisi hasil pekerjaan menjadi perhatian, termasuk kebersihan area konstruksi dan fungsi fasilitas pendukung jalan.
Bak kontrol yang masih terbuka memberikan kesempatan untuk melihat kondisi bagian dalam saluran. Dari pantauan media ini, tumpukan puing ditemukan pada seluruh titik bak kontrol terbuka yang diamati di trotoar sisi selatan.
Belum diketahui apakah material tersebut merupakan sisa pekerjaan yang belum dibersihkan, material yang sengaja ditempatkan sementara, atau berasal dari penyebab lain. Kepastian mengenai asal material dan tanggung jawab penanganannya memerlukan keterangan dari pelaksana proyek maupun pejabat yang berwenang.
Menunggu Penjelasan dan Pembersihan
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai tumpukan puing tersebut, termasuk langkah yang akan dilakukan untuk membersihkan saluran.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana material menutupi saluran dan apakah kondisi tersebut memengaruhi fungsi drainase. Pembersihan, apabila diperlukan, juga perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pekerja dan pengguna trotoar.
Penataan infrastruktur perkotaan pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari permukaan yang rapi. Kondisi saluran air, kebersihan sisa pekerjaan, dan fungsi fasilitas pendukung merupakan bagian dari hasil pembangunan yang dapat diamati dan dinilai secara faktual.
Di Jalan Panglima Sudirman Pati, tumpukan puing di bak kontrol drainase menjadi temuan lapangan yang menunggu klarifikasi. Penjelasan pihak terkait akan diperlukan untuk memastikan penyebab kondisi tersebut serta penanganan yang dilakukan terhadap sisa material di dalam saluran.




