JAKARTA baistnews.com — Kinerja keuangan kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara (PTN), , mengingatkan potensi krisis energi dan mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen perusahaan listrik pelat merah tersebut.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/3/2026), Kasihhati menilai kondisi keuangan PLN menunjukkan tekanan yang perlu diwaspadai serius.
📉 Utang Naik, Laba Turun
Kasihhati mengungkapkan, total utang PLN pada 2024 mencapai Rp711,2 triliun, meningkat dari Rp655 triliun pada tahun sebelumnya.
“Dalam satu tahun terjadi kenaikan Rp56,2 triliun. Ini bukan angka kecil,” tegasnya.
Tak hanya itu, laba bersih PLN juga disebut mengalami penurunan dari Rp22 triliun (2023) menjadi Rp17,7 triliun (2024).
Menurutnya, tren ini menjadi sinyal penting agar dilakukan evaluasi terhadap efisiensi dan tata kelola perusahaan.
🔍 Teka-teki Angka Rp20,9 Triliun
Sorotan makin tajam saat Kasihhati menyinggung adanya indikasi awal ketidaksesuaian pencatatan dalam laporan keuangan dengan nilai sekitar Rp20,9 triliun pada 2026.
Ia menegaskan, temuan tersebut masih bersifat indikatif dan perlu ditindaklanjuti melalui audit resmi.
“Perlu verifikasi dan audit investigatif agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.
⚠️ Risiko Krisis Energi Mengintai
Kasihhati juga mengingatkan bahwa kondisi global yang tidak menentu — termasuk konflik geopolitik — dapat memicu krisis energi.
Menurutnya, sebagai tulang punggung listrik nasional, PLN harus dikelola secara:
- profesional
- transparan
- akuntabel
agar mampu menghadapi tekanan global.
🏛️ Desak Evaluasi hingga Direksi
Lebih jauh, Kasihhati meminta Presiden untuk turun tangan melakukan evaluasi terhadap PLN dan kementerian terkait.
Ia bahkan menyinggung perlunya evaluasi terhadap Direktur Utama PLN, , jika ditemukan persoalan dalam pengelolaan.
“Jangan sampai rakyat yang sudah taat membayar listrik justru menanggung dampaknya,” tegasnya.
🗣️ Kritik Komunikasi Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Kasihhati turut mengkritik pernyataan dari yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang tidak menimbulkan keresahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
⏳ Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN, , maupun Kementerian ESDM belum memberikan tanggapan resmi.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk menjaga keberimbangan informasi.
🌍 Tantangan Energi ke Depan
Sejumlah pengamat menilai sektor kelistrikan nasional memang tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari:
- kebutuhan investasi infrastruktur
- fluktuasi harga energi global
- dampak konflik internasional
Di sisi lain, pemerintah dan PLN menyatakan pembiayaan yang dilakukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga pasokan listrik nasional tetap aman.
📰 (Tim Redaksi)
Kalau mau, saya bisa lanjut.





