PATI – baistnews.com  Kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di ruas jalan Pati–Tayu, khususnya di sekitar Pabrik Gula (PG) Trangkil saat musim giling, mendapat sorotan dari Komisi B DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi B, Muslihan, mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi tersebut. (18/03)

Menurutnya, lonjakan volume kendaraan, terutama truk pengangkut tebu, menjadi penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aktivitas harian masyarakat sekitar.

“Kemacetan lalu lintas selama proses giling harus diantisipasi dengan baik, agar masyarakat sekitar tetap nyaman dalam beraktivitas,” ujar Muslihan.

Ia meminta manajemen PG Trangkil untuk segera mengambil langkah konkret guna mengurai kepadatan kendaraan, seperti pengaturan jadwal operasional truk, penataan jalur keluar-masuk pabrik, hingga penyediaan area parkir atau penampungan sementara bagi kendaraan angkutan tebu.

Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian juga dinilai penting untuk mengatur lalu lintas selama musim giling berlangsung.

Di sisi lain, Muslihan menegaskan bahwa keberadaan PG Trangkil memiliki peran strategis dalam mendukung target swasembada gula nasional. Kabupaten Pati diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penopang produksi tebu di Indonesia.

“Pati diharapkan dapat berperan lebih besar dalam menjaga stabilitas produksi tebu nasional,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Ia juga menambahkan, keberadaan PG Trangkil diharapkan tidak hanya berkontribusi pada sektor pangan, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal serta membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati. Adv 06